Cakrawala News
Portal Berita Online

Yuk Bijak Berkomentar di Media Sosial

0 160

KABUPATEN SUKABUMI JABAR CAKRAWALA.CO – Pengguna internet tidak akan lepas dari media sosial untuk berkomunikasi maupun berjejaring. Setiap pengguna media digital memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat atau pengalaman mereka melalui postingan dalam bentuk kata-kata, gambar, video dan hak dari pengguna lain juga untuk mengomentarinya.

Menurut, Dewi Tresnawati, Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Garut, berkomentar atau menanggapi sesuatu itu merupakan hal yang manusiawi dan hal manusiawi ini tentu bisa kita kendalikan dengan baik. Komentar yang tidak selayaknya biasanya dihadirkan kepada seseorang kepada orang yang tidak dia kenal di dunia luar jaringan, misalnya dengan para artis.

Maka terkadang terkenal dengan sebutan netizen julid karena warga digital Indonesia ini dikatakan lebih nyaman untuk dapat berkomentar kasar di ruang digital, sebab mereka menggunakan akun palsu.

Terkadang juga tipe dari netizen Indonesia bukan hanya sekadar ingin berkomentar tapi membuat status yang sengaja harus dikomentari orang, membuat orang pengen komentar. Lantas, seperti apa cara berkomentar yang bijak kepada orang lain. Seperti pepatah orang tua dulu tulisan itu dapat menembus apapun yang tidak dapat ditembus oleh pedang. Jari-jemari kita penentunya penerus dari lisan.

“Kita bisa saja menahan mungkin lisan kita berucap, tapi jari kita tidak mengetik apa yang diucapkan lidah kita. Jadi sebaiknya memang tahanlah komentar buruk kita kepada orang lain,” ujar Dewi saat di Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/7/2021).

Komentar jahat bisa berefek menurunkan kesehatan, tidak percaya diri bisa jadi akan menimbulkan penyimpangan perilaku. Salah satunya menjadi antisosial dan yang paling parah sampai membuat seseorang berniat bunuh diri. Berkomentar jahat ini jika tidak diselesaikan atau tidak diberantas dikhawatirkan akan terus menggunung menjadi pesan berantai dan dilakukan turun menurun. Sehingga membuat ruang digital menjadi tidak nyaman.

“Gunakan bahasa yang baik, bila konten tersebut bermanfaat apresiasi support sang kreator. bila konten tersebut tidak baik, kritik dan saran jika dapat membantu tentu dengan bahasa yang sopan. Dalam berkomentar kita tidak ingin menggunakan kata kasar memberikan kritik untuk konten tidak sisi pribadi kreator,” tutur Pengurus RTIK Indonesia.

Jelas kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat di media sosial. Hal baik yang kita semai di ruang digital akan mendatangkan kebaikan yang setimpal.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/7/2021) juga menghadirkan pembicara Martin Anugerah (Cameo Project), Muhammad Miftahun Nadzir (Universitas Muhammadiyah Malang), Lisa Adhrianti (Japelidi) dan drg. Anwina Pradini sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.