Cakrawala News
Portal Berita Online

Woow! Selama 2017 Ada 991 Janda Baru di Gresik

1

GRESIK, JATIM, CAKRAWALA.CO – Selama 7 Bulan terakhir terhitung mulai Januari hingga Juli 2017, Pengadilan Agama Kelas IB Kabupaten Gresik, Jawa Timur telah memutus perkara cerai dan gugat cerai sebanyak  991 kasus. Kasus yang terbanyak terjadi pada Bulan Mei sebanyak 171 kasus.

Dari 991 kasus tersebut, faktor penyebab perceraian didominasi persoalan ekonomi yaitu 63 kasus. Sedangkan pertengkaran menjadi penyebab kedua, yaitu 44 kasus. Selain itu, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 8 kasus, poligami 1 kasus, meninggalkan salah satu pihak 16 kasus dan lain sebagainya.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Mohammad Qoyyim mengatakan, tingginya kasus perceraian akibat faktor ekonomi bisa dipicu oleh mandirinya masing-masing pasangan suami-istri. “Saat istrinya belum memperoleh penghasilan sendiri, kondisi rumah tangga berjalan normal. Namun, setelah istri mandiri secara ekonomi, rumah tangga sudah tidak harmonis lagi”, jelasnya, Rabu (9/8/2017).

ads bukopin

Angka Perceraian Tinggi di Gresik, Ini Tanggapan Wakil Bupati

Qoyyim mencontohkan, di tahun 2016 saja guru yang memperoleh status sertifikasi ada yang mengajukan gugatan cerai. “Tahun lalu, ada 7,5 persen perceraian dari guru dibawah Kemenag. Setelah kita investigasi, ternyata ketidakharmonisan rumah tangganya saat pendapatan istri meningkat setelah mendapat sertifikasi guru,” ungkapnya.

Selain kemandirian ekonomi pasangan, lanjut Qoyyim, menurunnya pendapatan ekonomi juga berdampak pada perceraian. Sebab dengan kenaikan harga kebutuhan atau turunnya pendapatan keluarga, salah satu pasangan bisa saja mencari solusi bekerja di luar negeri atau berselingkuh.

“Kita investigasi banyak kasus di Kecamatan Panceng misalnya dimana istri atau suami bekerja di luar negeri yang akhirnya terjadi perceraian. Apalagi kondisi seperti ini juga dimanfaatkan pihak ketiga,” katanya.

Qoyyim mengaku pihaknya selalu mengingatkan calon pengantin sebelum akad nikah dilangsungkan mengenai materi pernikahan, lika-liku perkawinan serta dampak perceraian. “Semua sudah kita sampaikan pada calon pasangan mengenai perkawinan termasuk dampak perceraian terutama terhadap anak,” pungkasnya. (Zen)

Comments are closed.