Cakrawala News
Portal Berita Online

Wisata Dlingo Entaskan Warga dari Kantong Kemiskinan

BANTUL JOGJAKARTA ,CAKRAWALA.CO – Perjuangan sejumlah tokoh masyarakat dan masyarakat Dingo dalam membangun kawasan perbukitan yang semula kering kerontang menjadi kawasan wisata berbuah manis. Kawasan wisata Dlingo kini menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia untuk menikmati wisata alam. Imbas dari aktivitas pariwisatanya yang berkembang pesat, warga Dlingo dan Mangunan, Bantul yang dulunya miskin, kini berubah hidup sejahtera. Dahulu Kecamatan Dlingo meruapakan salah satu wilayah yang masuk kantong kemiskinan. Namun sekarang Dlingo sudah bukan lagi sebagai tempat kantong Kemiskinan di Kabupaten Bantul Yogyakarta.

” Berdasarkan cerita dari teman saya pegawai lembaga keuangan di Bantul, sekitar empat tahun lalu Dlingo dikenal sebagai daerah nasabah bandel, tabungannya paling minim, tapi sekarang angsurannya paling lancar dan tabungannya paling banyak,” ungkap Suharwanto, Wakil Ketua DPRD DIY pada acara Forum Diskusi Wartawan yang digelar di Obyek Wisata Seribu Batu Songgo Langit Mangunan Dlingo Bantul, Rabu (11/12/2019).
Hal ini, imbuh Suharwanto, menunjukkan bahwa sektor pariwisata jika digarap dengan serius akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

” Tetapi untuk mewujudkan semua itu butuh perjuangan dan saya mengikuti terus perjuangan warga Dlingo ini,” ujar Suharwanto.

Forum Diskusi Wartawan unit DPRD DIY bertema Inovasi Destinasi Wisata Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, diselenggarakan Sekretariat DPRD DIY menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo serta Aris Purwanto selaku Pengelola Destinasi Wisata Seribu Batu Songgo Langit.

Suharwanto mengakui pariwisata terbukti menjadi mampu mengentaskan kemiskinan warga. Kecamatan Dlingo yang dulu masuk 15 kantong kemiskinan, kini sudah bergeser membaik. Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanto, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo maupun Aris Purwanto sepakat sektor pariwisata harus menjadi kekuatan utama di Provinsi DIY, apalagi DIY memiliki daya tarik beragam destinasi wisata alam maupun buatan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan pihaknya sangat optimis kunjungan wisata ke DIY baik dari Luarnegeri maupun dalam negeri akan meningkat seiring dengan dibukanya bandara baru di Kulonprogo dimana pesawat berbadan lebar bisa mendarat di bandara baru di Kulonprogo DIY.

” Dengan inovasi destinasi wisata didukung akses jalan yang sudah baik ditambah adanya bandara baru maka saya optimis kunjungan wisata akan meningkat pada tahun 2020,” kata Singgih Raharjo.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menambahkan pihaknya terus berupaya membangun jaringan untuk peningkatan kualitas kepariwisataan di DIY.

“Kami juga menggandeng berbagai praktisi dan asosiasi di bidang kepariwisataan untuk meningkatkan layanan kepariwisataan.” ujarnya.

Untuk pengembangannya, imbuh Singgih, pihaknya telah menggelontorkan dana tak kurang dari Rp 5,7 miliar untuk kawasan wisata di daerah Mangunan, melalui koperasi Notowono yang dibentuk oleh warga setempat.

“Kami memiliki konsep Community Base Tourism yang benar-benar melibatkan masyarakat.” jelasnya.
Konsep itu menjadi bagian penting dalam mengembangkan destinasi wisata. Pemerintah pun telah mencatatkan pendapatan hingga Rp 2,3 miliar dari konsep bagi hasil dengan pihak pengelola kawasan wisata yang ada di Mangunan.

Singgih menjelaskan, kawasan hutan di Mangunan merupakan wewenang pemda DIY yang selanjutnya dikerjasamakan dengan penduduk setempat untuk mengelolanya menjadi kawasan wisata melalui koperasi Notowono yang dipimpin Purwo Harsono.

Ketua pengelola objek wisata Seribu Batu Songgolangit Mangunan, Aris Purwanto, menyatakan sangat berterimakasih kepada pemerintah yang telah banyak membantu dalam mengembangkan objek wisata tersebut.
“Kami semula bekerja sebagai petani hutan. Sekarang, kami berhasil mengubah lahan yang kurang produktif menjadi sebuah kawasan tujuan wisata.B anyak masyarakat sekitar yang saat ini terbantu kesejahteraannya karena ikut aktif dalam pengelolaan wisata,” ujar Aris Purwanto saat menjadi narasumber dalam forum Diskusi Wartawan unit DPRD DIY.

Kontur alam bebatuan telah berhasil diberdayakan menjadi kawasan wisata menarik. Pengelola pun telah mampu memberi setoran sebesar Rp 317 juta kepada pemerintah pada 2017. Meningkat menjadi sekitar Rp 400 juta pada 2018. Pendapatan tersebut diharapkan akan selalu meningkat seiring meningkatnya layanan wisata yang diberikan.

” Kami terus melakukan inovasi tujuan wisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Selain menawarkan spot foto menarik, saat ini sedang dikembangkan konsep glamour camping dan berbagai atraksi budaya yang diharapkan mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama,” pungkas Aris Purwanto.*** ( Okta/Santosa )

%d bloggers like this: