Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Wihaus Cafe Tawarkan Sensasi Kuliner Thailand di Kota Dodol

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Ini buah kreatifitas dan inovasi dalam menawarkan sensasi bagi para penikmat kuliner di Kota Intan Garut, Jawa Barat, hadir dengan menunjukan trend positif bagi citra kuliner kota Dodol. Adalah Wihaus Cafe, sebuah lokasi yang menawarkan berbagai jenis kuliner lezat dan nikmat.

Dengan kemampuan handal dalam mengemas dan menyuguhkan menu, Wihaus mampu menghadirkan lokasi dengan nuansa sajian kuliner menarik tepat berada dikawasan komersial kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hadir ditepi jalur komersial tepat di Jalan Patriot Simpang Lima Tarogong Kidul Garut, Wihaus Coffe resmi dibuka dan terbuka untuk para pecinta kuliner kota intan.

Mulai akhir pekan ini, bagi siapapun anda yang kebetulan berada di kota Dodol jangan sungkan untuk mencoba berbagai sajian sensasi lezat dan kenyamanan tempat yang disuguhkan Wihaus Caoffee.

Café yang menyulap sebuah bekas rumah hunian megah di tepi jalan Patriot ini memberi kesan ceria namun nyaman dan soft ketika pandangan mata tertuju pada bangunan yang ini keberadaanya cukup mencolok disbanding bangunan sebelahnya meski sama menjadi tenpat yang menawarkan pilihan kuliner dengan ragam yang berbeda.

Menurut Chandra Hermawan, Manajer Wihaus, ada dua menu unggulan yang bisa menjadi pilihan pengunjung yakni Mango Sticky Rice dan Ceker Patayya. Ini menu andalan yang jarang dijumpai di tempat kuliner lain yang ada di Kota intan ini.

“Bagi masyarakat kota besar di Asia yang pernah ke Thailand bakal tahu tentang Mango Sticky Rice,” kata dia.

Penggunaan menu ala Thailand ujar dia, menunjukan kuatnya rasa makanan asal negeri gajah putih di lidah masyarakat Indonesia.

“Bahan dasarnya buah manga, beras ketan dan vanilla, jadi cukup familiar,” ujar dia.

Sementara penggunaan kata Patayya pada ceker Patayya, sengaja dimunculkan untuk menggugah rasa pengunjung asal kota Garut, terhadap keindahan wisata di salah satu kota indah di Asia Tenggara tersebut.

“Untuk sektor wisata, jika orang berkunjung ke Thailand tidak lengkap tanpa menyebut Patayya,” ujar dia.

Khusus menu Ceker Patayya, sejak pertama kali dibuka, peminat pengunjung untuk menikmati kuliner berbahan tulang lunak kaki ayam tersebut, semakin meningkat.

“Kebetulan juga minat warga Garut terhadap kuliner berbahan daging ayam cukup tinggi,” ujar dia.

Wihaus memang serasa tidak akan asing ditelinga siapapun terlebih bagi yang akrab dengan istilah-istilan kekinian, Café yang mengandalkan kekuatan cat putih dan krem didinding bangunnya, telah mantap menyuguhkan ragam menu enak nan lezat ala Thailand, yang kesohor memiliki banyak pecinta kuliner di tanah air.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan lainnya,” ujar Ardy Firmansyah, pengelola sekaligus owner Wihaus Coffee, kepada sejumlah wartawan saat soft lounching, Sabtu (26/10/2019).

Ardy menyebut dengan  konsep Kafé ramah lingkungan serta akan sangat  familier bagi keluarga ini  menyuguhkan  suasana yang kuat dan bagi siapaun yang ingin melepaskan penat bersama keluarga tercinta.

“Anak-anak sekalipun bisa enjoy di sini karena kami desain dengan sentuhan ornament yang akrab dengan mereka,” katanya.

Konsep yang ditawarkan lanjut Ardy diyakini sangat diterima kalangan pecinta kuliner di Garut buktinya, dalam tiga pekan pertama pra launching yang dilakukan, minat masyarakat Garut meningkat tajam

“Target pasar kami memang berada di interval 14-40 tahun, namun  banyak juga yang datang di atas usia itu, bahkan ibu-ibu yang udah memiliki usia matang lebih ceria disini” paparnya

Wihaus lanjut Ardy  memang akan berbeda dengan café lainnya yang telah ada di Garut, selain menyuguhkan spot khusus kalangan remaja dan dewasa, juga didesain yang nyaman bagi anak-anak dengan dunianya.

“di  jam-jam tertentu yang datang adalah emak-emak bersama anak-anaknya, mereka sangat menikmati spot-spot private yang kami tawarkan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam katalog menu yang disodorkan bagi para pengunjungnya, ada sekitar 90 menu pilihan yang bisa dinikmati, mulai minuman, aneka nasi, roti, mie, pisang bakar, teh dan kopi.

“Untuk Kopinya kami gunakan Kopi Kamojang khas Garut,” ujar dia.

Terkait konsep Wihaus Ardy mengakui jika  ia terinspirasi House, White, dan Togetherness, sehingga kehadirannya diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi pengunjung kota Intan Garut.

“Kami juga menyediakan private room baik outdoor maupun indoor untuk meeting,” kata dia.

Sedangkan untuk seating capacity, WiHAU mempu menampung hingga 140 pengunjung. “Tempat kami bisa digunakan untuk kegiatan ulang tahun, arisan, meeting, dan lainnya,” tukasnya.***jmb

Chandra Hermawan, Manajer WiHAUS menambahkan. Ada dua menu unggulan yang bisa menjadi pilihan pengunjung yakni Mango Sticky Rice dan Ceker Patayya.

“Bagi masyarakat kota besar di Asia yang pernah ke Thailand bakal tahu tentang Mango Sticky Rice,” kata dia.

Penggunaan menu ala Thailand ujar dia, menunjukan kuatnya rasa makanan asal negeri gajah putih di lidah masyarakat Indonesia. “Bahan dasarnya buah manga, beras ketan dan vanilla, jadi cukup familiar,” ujar dia.

Sementara penggunaan kata Patayya pada ceker Patayya, sengaja dimunculkan untuk menggugah rasa pengunjung asal kota Garut, terhadap keindahan wisata di salah satu kota indah di Asia Tenggara tersebut.

“Untuk sektor wisata, jika orang berkunjung ke Thailand tidak lengkap tanpa menyebut Patayya,” ujar dia.

Khusus menu Ceker Patayya, sejak pertama kali dibuka, peminat pengunjung untuk menikmati kuliner berbahan tulang lunak kaki ayam tersebut, semakin meningkat. “Kebetulan juga minat warga Garut terhadap kuliner berbahan daging ayam cukup tinggi,” ujar dia.

Berada di dekat bilangan kawasan Simpang Lima Garut, keberadaan Kafe WiHAUS memang memberikan alternatif tongkrogan baru bagi kaula muda masyarakat.

“Lokasinya bersih, view nya juga menarik, pas dengan tongkrongan masyarakat,” ujar Janur M. Bagus, salah satu pengunjung WiHAUS.

Menurutnya, pola penataan café yang ditawarkan WiHAUS memberikan banyak kemudahan. Selain akses wi-fi yang mudah, juga lokasi yang berada di dekat pusat kota Garut, memudahkan masyarakat untuk menepi sejenak.

“Makanan berat pun tersaji, jadi memang pas lah buat semua kalangan dan aktifitas warga,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Firman, pengunjung lainnya. Sebagai maniak kopi, ia bersama rekan-rekannya terkesan dengan tampilan café WiHAUS.

“Ada beberapa ruangan yang cocok dengan spot ngopi bareng,” ujar dia.

Apalagi hadirnya kopi Kamojang khas Garut, membuat nuansa nongkrong menjadi lebih hidup dan bersahabat. “Semoga ke depannya bisa lebih banyak menampilkan Kopi lokal Garutnya juga,” pinta dia.***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: