Cakrawala News
Portal Berita Online

Webinar Kabupaten Sukabumi Hadirkan Muh. Nurfajar Muharom, Relawan TIK Indonesia

0 164

KABUPATEN SUKABUMI JABAR CAKRAWALA.CO – Di Indonesia dengan jumlah pengguna internet sampai 200 juta orang, baru akan memiliki UU Perlindungan Data Pribadi. Literasi digital soal data pribadi ini sangat penting diketahui bahkan dipelajari warga digital. Sangat tepat jika presiden membangkitkan semangat literasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital 2021.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Siberkreasi melakukan sosialisasi gerakan tersebut dengan mengadakan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021).

Muh. Nurfajar Muharom, Relawan TIK Indonesia yang menjadi pembicara dalam webinar tersebut menjelaskan, data pribadi ialah setiap data yang berkaitan dengan diri yang mengidentifikasi kita secara tersendiri ataupun yang dikombinasikan dengan informasi lain melalui sistem elektronik maupun non elektronik. Data pribadi merupakan privasi yang menjadi hak individu untuk menentukan apakah data itu dapat dikomunikasikan kepada orang lain atau tidak.

ads harlah pkb

Termasuk apakah saat mem-posting foto anak dengan full wajah terlihat atau tidak. Itu merupakan hak orang tua. “Ada beberapa orang yang menganggap itu privasi, adapun yang menganggap itu konten,” jelasnya.

Data pribadi memang hak diri sendiri tapi sesungguhnya data privasi itu layak untuk dilindungi. Kartu identitas Anda dan anak pun tidak selayaknya disebarkan di ruang digital juga diberikan kepada sembarang orang. Baru-baru ini anak-anak Indonesia memliki kartu identitas sendiri layaknya KTP. Ramai-ramai orang tua mengunggah, padahal di situ ada data pribadi dan juga tentu data orang tua.

Jadi, memang yang melanggar data pribadi yaitu diri kita sendiri bukan orang lain. Sekalipun data yang dianggap umum namun sebenarnya ada akibat yang bisa saja dialami. Misalnya, nama lengkap, aktivitas di media sosial dan alamat rumah yang dapat digunakan untuk tindak kejahatan. Sementara data spesifik seperti catatan hukuman, rekam medis dan agama dapat terkena diskriminasi atau prasangka buruk.

Saat menginstal aplikasi juga sebenarnya banyak hal yang kita setujui agar mereka dengan leluasa mengambil data kita dari ponsel seperti foto, kontak, lokasi. Sebenarnya dengan cara apa data privasi dapat dilindungi?

Fajar memberikan tips berguna agar email juga akun media sosial kita aman yakni dengan membuka haveibeenpwned.com. Langkah selanjutnya masukan alamat email, perhatikan apakah email sudah bocor atau belum. Perhatikan juga password di semua platform digital, buka password.kaspersky.com, kita dapat mencari password yang direkomendasikan. Jangan lupa juga untuk mengecek email kita sudah ‘bocor’ atau belum. Atur password juga, usahakan berbeda untuk setiap akun dan yang tidak mudah ditebak orang lain.

Pengaturan privasi di media sosial juga dapat dilakukan, platform juga sudah memberikan pilihan. Misalnya, di Facebook, Anda dapat menentukan siapa saja yang boleh melihat postingan Anda. Begitu juga dengan aplikasi pesan WhatsApp, untuk menjaga agar tidak mudah di-hack dapat dilakukan verifikasi dua langkah. Hal yang sama juga dapat diterapkan di akun Instagram dan Facebook. Sehingga lebih aman sebab jika ada seseorang yang ingin masuk akun Anda akan ada password khusus dan pemberitahuan ke email.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Devi Rahmawati (Staf Ahli Kemenkominfo), Moch Latif Faidah (Tim Komunikasi Relawan TIK Indonesia) dan content creator Dicky Renaldi.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***red

Leave A Reply

Your email address will not be published.