Cakrawala News
Portal Berita Online
idul harita

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Dorong Masyarakat Gunakan Internet Cerdas, Positif, Kreatif, dan Produktif

0 199

KABUPATEN PANGANDARAN JABAR CAKRAWALA.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di ratusan daerah di Indonesia. Salah satnya untuk wilayah Pangandaran, Jawa Barat yang diadakan pada Jumat (11/6/2021).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar dampak negatif penggunaan internet.

Program Literasi Digital ini mengedepankan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

ads harlah pkb

Vivid Sambas, relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menjelaskan, Etis bermedia sosial yang paling sering disorot karena warga net Indonesia dianggap paling tidak sopan di Asia Pasifik. Padahal, prinsip-prinsip untuk etis bermedia digital ialah kesadaran.

“Sebab sesuatu yang kita sadari dapat dikendalikan misalnya saat membaca berita, sempatkan waktu untuk berpikir sebelum berinteraksi dan berpartisipasi di dunia digital,” ungkapnya.

Selain itu, etika ketika di ruang digital ialah berintegritas saat menemukan karya orang lain untuk selalu jujur dan menjaga keontentikannya. Tidak asal pasang karya orang lain dan selalu menyebut sumber asalnya. Menerima konsekuensi juga bagian dari etika digital. Warga net harus rela dikonfirmasi dan mengklarifikasi.

“Ketika ada orang yang mengoreksi postingan kita di media sosial, etikanya adalah terima dengan lapang dada dan mencari kebenaran,” ungkapnya.

Dengan penuh kesadaran tanggung jawab integritas kita akan paham menerapkan etika di ruang digital saat berkomunikasi langsung dengan seseorang yakni saat mengirim pesan pribadi juga saat berkomunikasi dengan banyak orang seperti di media sosial. Waspada untuk tidak terpancing untuk melakukan segala bentuk perundungan dan ujaran kebencian. Tidak lupa kolaborasi dan partisipasi dalam bermedia digital.

Martin Anugrah, Content Creator yang juga Direktur Cameo Project menambahkan, ada juga budaya digital yang salah satunya mengajarkan warga  untuk tahu batasan-batasan dalam berekspresi juga berpendapat. Memang manusiawi bila beberapa kejadian kita ingin sekali berpendapat.

“Seperti yang dialami teman saya, publik figur juga yang membuat video seorang aparat sebuah instansi. Dia malah masuk penjara padahal hanya ingin mengeluarkanpendapat. Makanya kita harus mengerti batasannya,” jelasnya.

Sering sekali ada isu yang ingin sekali kita komentari. Tapi yang harus kita sadari, jangan sampai opini atau pendapat kita malah menjadi kerugian untuk saya. Nanti malah dianggap mencemarkan nama baik orang lain. Martin juga mengatakan, kita harus paham esensi dari UU ITE. Selama ini UU ITE dipersepsikan hanya untuk membungkam warga net.

“Menurut saya jika tujuannya untuk sesuatu yang konstruktif itu tidak masalah. Saya yakin tidak ada UU yang akan menjerat sesuatu yang konstruktif. Tapi jika apa yang kita posting itu sifatnya destruktif atau melukai, merusak, mengkerdilkan itu memang ada aturannya. UU ITE itu dibuat bukan untuk mengancam kita tapi untuk membuat kita aman satu sama lain,” tutupnya.

Webinar ini juga dihadiri Rahmat Widyo (Relawan TIK Kalimantan Barat), Aep Syarifudin (Koordinator Literasi Digital ICT WATCH), dan Key Opinion Leader Natasha.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital ini merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.***red

Leave A Reply

Your email address will not be published.