Cakrawala News
Portal Berita Online

Waspadai Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal

0 100

KABUPATEN CIANJUR JABAR CAKRAWALA.CO – Di era ini kita sangat perlu berhati-hati. Pasalnya, banyak platform media sosial yang menawarkan investasi bodong dengan hasil yang menggiurkan dan dalam waktu singkat.

Didin Miftahudin, Founder dari Gmath pro Indonesia menjelaskan ciri dari investasi bodong. Di antaranya, menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, proses bisnis investasi yang tidak jelas, rekam jejak fiktif, mengklaim keberhasilan secara sepihak. Hal terpenting dan patut dicurigai, yaitu tidak adanya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti), alamat kantor yang tidak jelas, serta struktur managemen yang tidak jelas.

Selain adanya investasi bodong, saat ini juga banyak beredar pinjaman online ilegal. Kita harus bisa membedakan antara pinjol resmi dan ilegal. Secara umum, pinjol resmi telah terdaftar dan memiliki izin OJK, ditawarkan oleh media yang jelas, besaran biaya dan bunga yang wajar, memiliki kantor yang jelas, transparan dalam transaksi, dan terdapat fitur simulasi pinjaman.

Dengan adanya teknologi ini banyak kemudahan-kemudahan yang bisa didapat, tetapo kita harus semakin waspada. Jangan sampai kemudahan pinjol dan sejenisnya ini menyulitkan kita di masa depan, tutur Didin dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (08/10/2021).

Sebelum melakukan peminjaman secara online, sebaiknya kita cek domain dan urlnya. Didin menyampaikan, kebanyakan pinjol ilegal memiliki domain luar negeri, seperti Singapura atau Amerika. Cek juga apakah link merupakan phising atau bukan, keamanan website biasanya ditandai pada https yang berarti secure atau aman.

Banyak langkah-langkah untuk menjaga keamanan digital saat ini. Kita bisa cek status situs dengan Google Safe Browsing, ungkapnya.

Untuk mengatasi kejahatan seperti investasi bodong dan pinjol ilegal, lakukan update perangkat lunak secara berkala, menggunakan antivirus, perhatikan setiap izin akses yang kita berikan dari setiap aplikasi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (08/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Billy Kwananda (Wakil Ketua Bidang Pengembangan Bisnis GEKRAFS Jawa Timur), Dian Nurawaliah Sonjaya (Founder Maleeha Skincare), Mario Devys (Pengurus Pusat RTIK Indonesia), dan Martin sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.