Cakrawala News
Portal Berita Online

Waspada Phising, Jaga Data Perbankan Anda

0 214

KABUPATEN BANDUNG JABAR CAKRAWALA.CO -Dalam seminggu terakhir ini ada kasus pembobolan rekening lagi yang cukup mengagetkan. Kejahatan digital dengan memanfaatkan kelengahan nasabah. Salah satu jenis cybercrime yakni phising dengan cara lama, namun modus baru yang lebih rapih. Phiser mengatasnamakan bank yang kini tengah naik daun karena fintech-nya yang digemari kaum muda yaitu Jenius BTPN.

Muhammad Arifin, Komunikasi publik Relawan TIK menceritakan, korban kehilangan uang Rp 241 Juta berawal dari telepon mengatasnamakan call center Jenius BTPN yang memberi informasi akan ada penyesuaian tarif feesible dan meminta korban mengisi formulir di Jeniusbtpn.com.

Korban pun menuruti, selang tidak lama, dia memeriksa email ada notifikasi dari Jenius yang menginformasikan telah terjadi transfer puluhan juta ke beberapa rekening. Sadar sudah terjadi penipuan, korban pun segera melapor hingga melacak nomor rekening penerima transferan. Namun sayang, semua tidak dapat dilacak dan uang ratusan juta miliknya hilang begitu saja.

“Pihak perbankan pun tidak bisa bertanggung jawab, karena ini murni kesalahan nasabah. Pengisian data semua diberikan hingga nomor PIN juga dibagikan. Pihak bank mengklaim keamanan data pribadi nasabah sudah dijaga dengan baik, menggunakan kode OTP hingga konfirmasi ke email langsung,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021) pagi.

Ketika bank sudah sangat aman melindungi keamanan nasabah, sayang sekali justru nasabah yang masih belum teredukasi dan hati-hati. Bukan hanya literasi digital, literasi soal keuangan perbankan juga patut disosialisasikan lagi kepada masyarakat. Bahwa data pribadi yang sangat sensitif seperti PIN tidak boleh diketahui dan diberikan kepada siapapun sekalipun oleh pihak bank.

“Pemahaman soal domain website pun harus masyarakat ketahui. Tidak mungkin perusahaan memiliki website yang akhirannya .com. Ada aturan jika perusahaan di Indonesia menggunakan domain .co.id artinya Company Indonesia,” ungkapnya.

Kejahatan phising banyak terjadi pada pendaftaran kartu prakerja dengan domain .xyz itu sudah sebuah kejanggalan besar. Arifin yang seorang Web Developer ini mengatakan, domain .xyz murah yang harganya hanya Rp 20 – 150 ribu per tahun dan bisa dibeli oleh siapapun hanya dengan bermodal KTP. Sementara, domain co.id harus berupa perusahaan dengan syarat yang sangat banyak sehingga jika sebuah website diakhiri dengan co.id sudah dipastikan benar.

Phising merupakan tindakan memperoleh informasi pribadi seperti user ID password, data-data sensitif lainnya melalui sebuah email media sosial dan aplikasi chat. Istilah phising berasal dari bahasa Inggris fishing yang berarti memancing. Dalam hal ini memancing target memberikan informasi penting dan password yang dimilikinya.

Dalam phising ada satu lagi yang para oknum incar yakni kode OTP (One Time Password). Sebuah kode yang biasanya dikirimkan lewat email juga SMS hingga chat. Hal ini merupakan langkah awal dalam memperkuat autentifikasi ketika memasukkan ID juga password.

Saat ini OTP juga diberlakukan di setiap aplikasi terutama aplikasi dompet digital demi mencegah berbagai tindak kejahatan dan tindak kriminal. Modusnya jika kartu kredit atau rekening terintegrasi dengan layanan mbanking minta OTP kalau kita beri, otomatis saldo kita berkurang seolah habis membeli barang.

Modus lain juga jika tiba-tiba ada SMS dari kasir minimarket yang katanya salah mengirimkan kode voucher game. Dan meminta dikirimkan kembali kode itu kembali. Jangan pernah Anda mengirimkan kode tersebut, itu bukan voucher game melainkan kode OTP.

Arifin berpesan, tidak ada istilah aman di dunia digital, sesuatu yang sudah tersebar di internet menjadi milik semua orang. Data diri menjadi pintu gerbang penipuan di era digital, ada potensi kejahatan yang mengintai.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021) pagi juga menghadirkan pembicara Catur Nugroho (Telkom University), Aditianata (Universitas Esa Unggul), Ryzki Hawadi (Attention Indonesia), dan Almira Vania sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.