Cakrawala News
Portal Berita Online

Waspada Modus Salah Kirim Kode atau Nomor Tak Dikenal

0 220

KABUPATEN SUKABUMI JABAR CAKRAWALA.CO-Jenis penipuan online yang sering terjadi di dunia digital yakni pencurian akun, pencurian identitas dan penipuan call center. Pencurian akun, ada yang pencurian akun media sosial, menggunakan metode lupa sandi. Lalu biasanya akan diberi pertanyaan siapa nama hewan piaraan pertama, sekolah pertama. Kalau misalnya kita punya data orang itu kita bisa ambil akunnya.

Akun WhatsApp juga menjadi incaran, modusnya ada pesan WhatsApp dari oknum yang berpura-pura menjadi kasir Indomaret atau Alfamart. Dia mengatakan, ada pelanggannya beli voucher tapi salah masukan nomor. Dia minta kirimin kode voucher game yang masuk ke ponsel korban dengan bahasa Thailand.

“Kenapa bahasa Thailand ternyata, kalau misalnya itu bahasa Indonesia pasti ada tulisannya ‘Jangan bagikan kode ini pada orang lain’ ini sengaja dibuat bahasa Thailand supaya korban tidak bisa baca tulisannya itu,” ujar Erlangga Seta Praktisi IT Business di Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (30/7/2021)

Kode enam digit itu kode OTP akun WhatsApp jika berhasil dicuri. Oknum akan memakai untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Di WhatsAppjuga kerap ada yang berpura-pura jadi orang terdekat. Setelah kita liat fotonya ternyata si A, kita panggil A dan dia pura2 mengiyakan. Setelah akrab seolah-olah itu teman dia minjam pulsa atau uang.

“Solusinya kita dapat mengecek nomor si A untuk meyakinkan, atau cari media sosial si A untuk memastikan yang chat kita Si A atau bukan,” ujarnya.

Penipuan berkedok call center, ini sudah terlalu sering dan nampak mencurigakan. Karena tidak mungkin call center menggunakan nomor WhatsApp sama seperti kita. Sekarang modus bermacam-macam call center marketplace mengatakan barang tidak bisa dikirim, dibantu untuk mengirimkan kode padahal itu adalah kode transaksi.

Erlangga membagikan tips menghindari penipuan, coba download aplikasi pemeriksa nomor telepon yaitu Get Contact. Menurutnya, setelah kita masukan nomor mencurigakan, akan muncul nama-nama hasil dari orang orang yang sudah menyimpan nomor tersebut. Ternyata nomor itu sudah sering digunakan untuk modus penipuan.

Periksa melalui mesin pencarian, jika kita menerima pesan pengumuman hadiah dari sebuah perusahaan. Kita dapat Googling apakah benar perusahaan tersebut mengumumkan undian. Mengadakan undian atau apapun, segera cek di Google atau buka langsung website perusahaan tersebut. Nanti akan muncul mungkin berita mengenai kewaspadaan. Jangan lupa mesin pencarian ini juga dapat dilakukan untuk mencari fakta dari informasi hoaks.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (30/7/2021) juga menghadirkan pembicara Rendi Saiful Ajid (RTIK Jawa Barat), Steve Pattinama (Kreator Konten), Leviane Jackelin Hera Lotulung (Japelidi), dan Almira Vania sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.