Cakrawala News
Portal Berita Online

Waspada Kejahatan Siber di Dalam dan Luar Jaringan

0 144

KABUPATEN CIANJUR JABAR CAKRAWALA.CO-Salah satu kompetensi yang diperlukan saat ini adalah kompetensi keamanan digital. Bagaimana cara kita memproteksi perangkat, mengecek informasi termasuk menjaga privasi dan jejak digital.

Dunia offline dan alam digital sudah menjadi dunia nyata manusia maka dari itu apa saja yang ada di dunia offline bisa masuk ke dunia digital termasuk kejahatan.

Menurut, Felix Kusmanto, Dosen Psikologi dan Pengamat SDM, kejahatan digital itu dari pengertiannya tidak beda jauh pengaruh kejahatan offline ada pada umumnya. Namun bedanya selain meninggalkan kerusakan dan ancaman untuk orang lain ada faktor digital nya sehingga kejahatan ini bisa semakin cepat dan tidak mempedulikan waktu tempat dan lain-lain.

Ada empat jenis kejahatan digital yang paling sering yaitu pembobolan, penipuan atau pencurian, pornografi dan kekerasan di offline juga terjadi seperti itu.

“Pembobolan juga seperti rumah kita yang mengalami perampokan. Perampok masuk dengan mendobrak pintu atau punya kunci duplikat. Di dunia offline ada penipuan pencurian,dompet kita dicopet. Begitu juga di dunia online, mereka mencuri identitas kita nama panjang, nama ibu kandung, nomor telepon, alamat. Data pribadi yang penting yang biasa untuk verifikasi di bank,” ungkap Felix dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021).

Data pribadi itu juga terkadang menjadi ancaman untuk tabungan kita akun belanja dan sering kali juga untuk pemerasan.

Yang harus dilakukan untuk dapat menghindari kejahatan digital ialah sikap siaga. Jika ada link yang tidak jelas sebaiknya tidak diklik. Harus bisa menyaring dan harus kritis bila ada pesan yang tidak jelas.

“Tiba-tiba ada perusahaan e-commerce tapi mengirim pakai nomor pribadi itu kan aneh. Kita harus bisa kritis selalu melakukan pengecekan terhadap hal seperti ini,” lanjutnya.

Jangan mudah percaya bila ada telepon mencurigakan seperti dari kepolisian yang menangkap saudara dan lainnya kita harus selalu sikap siaga.

Siaga selanjutnya ialah infrastuktur keamanan digital. Kita harus memastikan anti-virus dan operasional sistem harus ter-update kalau sering terupdate gadget maupun komputer kita akan terlindungi. Anti virus bisa tahu ancaman virus yang lebih kekinian.
Lalu password PIN kita selalu kita update dan ada tools verification setting atau pemberian akses. Membatasi misalnya aplikasi fitnes tidak perlu diizinkan untuk melihat kontak kita.

Siaga ketiga yakni siaga perilaku. Kita harus bisa saring sebelum sharing, jangan gampang membagikan informasi personal atau apapun selalu bertanya pada diri sendiri apakah ini penting atau tidak untuk dibagi. Perilaku kedua gunakanlah password yang kuat kalau perlu ditambah OTP. Jangan gunakan password yang mudah tapi kuat seperti huruf, angka juga simbol.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Rinda Cahyana (STT Garut), Steve Pattinama (Kreator Konten), Catur Nugroho (Telkom University) dan Ida Rhinjsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.