Cakrawala News
Portal Berita Online

Waspada Efek Negatif Digital

0 94

KABUPATEN CIREBON JABAR CAKRAWALA.CO – Teknologi digital telah menjadi pengaruh yang sangat luas, mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan sesama dengan media dan muatannya. Digitalisasi menjadi penting adanya karena temuan-temuan manusia tersebut pasti akan berdampak kepada perubahan dalam interaksi sosial.

Interaksi sosial menjadi berubah bagi mereka yang mau masuk di dalam era perkembangan terutama digitalisasi. Bukan hanya itu interaksi yang dulu harus dilakukan secara langsung face-to-face era sekarang tidak perlu lagi. dulu pekerjaan pekerjaan harus dilakukan dengan memakan waktu yang lama sekarang bisa dilakukan dengan waktu yang cepat.

Namun, era digital ini memberikan dampak negatif, meskipun terlihat dapat dilakukan dengan waktu yang cepat malah membuat masyarakat menjadi malas gerak karena penggunaan teknologi digital. Muhdis Samsul Rifai, tenaga ahli pemberdayaan Kementerian Desa menyatakan saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021) siang.

Tidak heran ketika terjadi pandemi di Indonesia masyarakat harus di rumah saja. Sebagian besar masyarakat karena adanya fasilitas di internet yang memanjakan mulai dari media sosial hingga aplikasi streaming nonton.

Di era digital munculnya informasi tidak sesuai dengan fakta atau hoax seiring dengan informasi sehingga banyak pula produsen-produsen informasi nakal yang memang memiliki tujuan tertentu untuk membuat berita bohong. Dampak negatif digital lainnya yaitu maraknya kejahatan pencurian perampokan penipuan dan aksi pendukung teroris ideologi-ideologi mereka.

“Maka dari itu pentingnya literasi digital untuk para pengguna digital ini bisa menjaga keamanan digital mereka. Selain itu juga literasi digital mampu untuk menangkal hoax serta ideologi-ideologi yang tidak sesuai sebab ada budaya digital di dalamnya,” ungkapnya.

Dampak negatif era digital juga membuat rendahnya ketersediaan lapangan pekerjaan karena sumber daya manusia telah digantikan teknologi digital. Tetapi banyak juga pekerjaan di bidang digital. Para generasi muda atau para usia produktif lebih menambah kemampuan mereka di bidang digital yang dapat dipelajari secara mandiri.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Muhammad Arifin (Kabid Komunikasi Publik Relawan TIK Indonesia), Tetty Kadi (Anggota DPR 2009-2014), Gabriella Jacqueline, (Brand Activation Lead at Startup Agritech and Entrepreneur), dan Clarissa Pasha sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.