Cakrawala News
Portal Berita Online

Waspada Bencana Banjir Forkopimda Kabupaten Madiun Bersihkan Sampah Sungai

0 90

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Beberapa hari terakhir sejumlah wilayah Kabupaten Madiun diguyur hujan. Kondisi ini dapat memicu bencana diantaranya tanah longsor dan banjir, mengingat kondisi geografis Kabupaten Madiun yang berada di lereng gunung Wilis. Bencana ini tidak diharapkan terjadi di tengah bencana Covid-19 yang sampai hari ini masih terjadi.

Bupati Madiun Ahmad Dawami dan OPD jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, bersama forkopimda Kabupaten Madiun diantaranya, Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto, Kapolres Madiun AKBP R Bagoes Wibisono, Danyonif 501/Bajra Yudha Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya, Sabtu pagi 24 Oktober 2020 melakukan kegiatan bersih sungai, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas.

Dikatakan Bupati, kegiatan bersih sungai ini merupakan puncak kegiatan yang sejak beberapa waktu lalu telah direncanakannya bersama jajaran forkopimda. Kegiatan ini serentak di seluruh jajaran TNI-Polri. Diungkapkan Bupati, ini terkait kesiapsiagaan bencana, baik bencana banjir, tanah longsor dan pandemi Covid-19 (virus Corona). Bupati berharap, saat turun hujan tidak terjadi sumbatan, atau meminimalisir sumbatan air yang dapat mengakibatkan banjir.

ads bukopin

“Kegiatan hari ini terkait kesiapsiagaan bencana, baik itu bencana banjir maupun pandemi covid 19. Untuk banjir sendiri, ada kaitannya dengan sampah sungai, maka dari itu, hari ini kita bersihkan sungai dari sampah. Kalau tidak bisa kita selesaikan semuanya hari ini, akan kita selesaikan hari berikutnya sampai tuntas,” kata Kaji Mbing, sapaan akrab orang nomor satu di Kabupaten Madiun ini.

Bupati menambahkan, terkait sungai ini diperlukan sosialisasi agar masyarakat memiliki kesadaran, bahwa sungai yang bersih akan memberikan banyak manfaat. Bupati menegaskan, setelah hari ini pihaknya bakal membuat peraturan yang mengikat, bagaimana masyarakat harus memperlakukan sungai. Bahkan untuk pelanggar, Bupati mengaku akan menerapkan punishment, dan berharap tahun ini selesai.

“Jadi kedisiplinan harus diikuti dengan punishment. Mudah-mudahan masyarakat memiliki kesadaran,” imbuh Kaji Mbing.

Sementara itu, Bupati bahkan menyinggung sampah popok bayi yang dibuang di sungai. Bupati bersama forkopimda jajaran bakal masiv melakukan sosialisasi. Personil bawah juga akan ikut turun bersosialisasi menjelang musim hujan. “Terkait sampah popok bayi akan ada sosialisasi terkait hal tersebut,” tutup Bupati.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.