Cakrawala News
Portal Berita Online

Waspada Banjir, Kabupaten Madiun Siagakan 1000 Personil Satuan Tugas Terpadu

MADIUN, CAKRAWALA.CO Sekitar 300 Personil satuan tugas terpadu penangangan bencana, yang terdiri dari TNI – Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, PMI, Tagana dan Basarnas, berusaha menyelamatkan korban banjir di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo – Kabupaten Madiun.

Mereka cukup sigap dalam mengevakuasi warga terjebak banjir, yang terdiri dari orang tua, ibu hamil dan anak – anak. Korban selamat segera dipindahkan ke lokasi aman, di posko penampungan yang telah disediakan BPBD Kabupaten Madiun. Petugas dari Dinas Kesehatan, PMI dan relawan dengan cekatan memberikan pertolongan medis kepada korban.

Itu adalah serangkaian skenario simulasi dalam rangka kesiapsiagaan menanggulangi bencana alam yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun, melalui BPBD Kabupaten Madiun, di pintu 12 Plumpung, Desa Glonggong – Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, rabu 8 januari 2020.

Bupati Madiun Ahmad Dawami, Wakil Bupati Hary Wuryanto, Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Dandim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto saat menyusuri pintu 12 Plumpung, Glonggong – Balerejo, Madiun menggunakan perahu karet.

Bupati Madiun Ahmad Dawami menjelaskan, hari ini sekitar 300 personil mengikuti apel siaga, namun jumlah keseluruhan yang bakal disiagakan di titik rawan bencana, sekitar 1000 personil. Simulasi ini dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat, kesiapsiagaan petugas gabungan dan pemerintah Kabupaten Madiun, dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor, apalagi di bulan Januari ini intensitas curah hujan sangat tinggi, dan bencana kemungkinan akan terjadi sewaktu waktu.

“Titik rawan bencana di Kabupaten Madiun, ada di 3 Kecamatan, salah satunya di Kecamatan Balerejo. Selain itu, kita belajar dari kejadian bencana banjir tahun lalu, lokasi paling parah adalah di daerah ini,” ungkap Bupati.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, leading sektor dari kegiatan ini adalah BPBD. TNI – Polri dalam hal ini sebagai unsur pendukung. Namun pihaknya juga menyiapkan sarana prasarana dan personil untuk membantu ketika bencana terjadi. Kapolres menambahkan, dalam siaga bencana ini pihaknya menerjunkan sekitar 200 personil termasuk dari Brimob

“Posko bencana yang kita siapkan, akan ada disana sampai dinyatakan musim hujan sudah lewat. Sekali lagi, hal ini merujuk pada kejadian banjir tahun lalu, bahwa disini adalah pusat pengendalian penanggulangan banjir di Kabupaten Madiun,” jelas AKBP Ruruh.

Sementara itu Komandan Kodim 0803 Madiun, Letkol Czi Nur Alam Sucipto mengaku, latihan ini selain mensinergikan setiap unsur dalam menangani bencana, juga dapat melatih keterampilan personil yang nantinya akan diterjukan langsung saat terjadi bencana. Sehingga mereka benar – benar mengerti tugasnya.

“Untuk tim khusus seperti ahli menyelam dan sebagainya memang tidak ada. Namun kami TNI – Polri siap mendukung kegiatan pemerintah Kabupaten Madiun,” ungkap Dandim.

Tingginya intensitas hujan didalam beberapa waktu terakhir, seluruh masyarakat Kabupaten Madiun, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir untuk selalu waspada, dan jika aterjadi bencana diharapkan segera mengungsi dan melaporkan kepada pihak terkait agar segera ada langkah antisipasi.*(Ayu/Win)

%d bloggers like this: