Cakrawala News
Portal Berita Online

Wasapdai Penyebaran Identitas dan Data Pribadi

0 309

KABUPATEN INDRAMAYU JABAR CAKRAWALA.CO – Pada April 2020 terjadi kebocoran 530.000 data sandi dan detail akun pengguna pada aplikasi Zoom. Hal ini tentu merugikan pengguna karena data pribadi yang bocor adalah contoh ancaman keancaman digital dan berpotensi membuat identitas digital juga data pribadi dimanfaatkan pihak lain.

Identitas digital adalah identitas seseorang sebagai pengguna platform media digital. Bentuk identitas yang terlihat di antaranya nama akun, foto profil, deskripsi, dan identitas yang tercantum dalam akun. Sementara identitas tidak terlihat ialah PIN/Password/Sandi, two factor authentication, OTP, dan identitas lainnya. Terdapat juga bentuk identitas tetap seperti nama, tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, dan nama orang tua. Kita juga memiliki identitas tidak tetap yakni pekerjaan, alamat tinggal, dan tampilan fisik seseorang karena bisa berubah-ubah.

Banyak akun-akun yang diretas karena kita tidak bisa melindungi identitas digital, ujar Bisri Musthofa, Wakasek Kesiswaan SMK Maritim dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (03/12/2021).

Dalam upaya pencegahan peretasan, pastikan kita memilih menggunakan nama asli atas samaran saat mengelola akun di platform digital, amankan identitas utama berupa email yang digunakan untuk mendaftar pada platform digital, lindungi dan konsolidasikan identitas digital dalam berbagai platform yang dimiliki.

Selain identitas pribadi, kita harus mengenali dan memahami data pribadi. Data pribadi ialah data berupa identitas, kode, simbol, huruf, atau angka penanda personal seseorang. Data pribadi bisa juga diartikan sebagai data atau informasi perseorangan yang disimpan, dikelola, dan dilindungi kerahasiaannya karena bersifat privat. Data pribadi ini terdiri atas data pribadi umum dan spesifik.

Hindari untuk membagikan data pribadi kita seperti tempat tinggal, tanggal lahir, nama ibu kandung. Supaya tidak diretas akun pribadi kita, jelasnya.

Perhatikan izin akses aplikasi pada gawai kita, serta pastikan pengaturan privasi di platform digital hanya pada orang terdekat. Selalu update perangkat lunak untuk meminimalisir risiko kebocoran. Sebab, cara terbaik agar data kita tidak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab ialah dengan selalu waspada dan hati-hati.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (03/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Tias Beni Purabaya (Dosen AMIK Purnama Niaga Indramayu), Muhammad Arifin (Kabid Komunikasi Publik RTIK Indonesia), Kis Uriel (Storytelling & Self Development Coach), dan Azzahra Karina sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.