Wartawan Jogja Gali Informasi Kesuksesan Pemda Bali

JOGAJAKARTA CAKRAWALA.CO ,- Pemerintah Propinsi Bali berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga menjadi 4,01 persen dalam kurun waktu 10 tahun. Sebelumnya angka kemiskinan di Bali di atas 6 persen. Bahkan Pemerintah Propinsi mentargetkan angka kemiskinan turun hingga menjadi 1 persen. Keberhasilan ini menjadi perhatian puluhan wartawan unit DPRD DIY untuk datang ke Bali mencari informasi mengenai program – program apa saja yang digunakan Pemerintah Propinsi Bali untuk menurunkan angka kemiskinan di Bali.

” hari ini ( jumat, 11/1/2018) puluhan wartawan unit DPRD DIY bersama Skretariat Dewan DPRD DIY datang ke Bali untuk menggali informasi tersebut untuk dijadikan bahan tulisan dan diharapkan dapat sebagai masukan kepada pemerintah DIY yang tengah gencar melaksanan program menurunkan angka kemiskinan,” ujar Budi Nugroho, Kabag Humas dan protokol Sekwan DPRD DIY di Kantor Dinas Pemberdayaan AMsyarakat Desa Propinsi Bali.

Beberapa program dijalankan Pemda Bali untuk menekan angka tersebut diantaranya terbitnya Peraturan Gubernur Bali nomor 99 tahun 2018 tentang pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali, program bedah rumah serta beberapa langkah strategis lain di bidang pendidikan dengan membuat sekolah gratis bagi anak dalam Rumah Tangga Sasaran (RTS). Strategi-strategi tersebut terbilang berhasil memangkas angka kemiskinan terutama bagi wilayah yang dikenal sebagai kantong – kantomng kemiskinan.

Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Dinas PMD Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan program-program pemberdayaan masyarakat tersebut mulai diterapkan di Bali beberapa tahun terakhir dan terbilang sukses. Namun begitu menurut dia yang tak kalah penting adalah upaya bersama mengubah mindset masyarakat Bali.

“ Kami berusaha mengubah pola pikir masyarakat, dimana masyarakat kita cenderung tidak mau dibilang miskin, tapi kalau mau diberi sesuatu oleh pemerintah atau sedang sakit berat butuh biaya besar, mendadak bilang miskin. Inilah yang kemudian harus benar-benar diubah. ,” ungkapnya dalam pertemuan dengan wartawan unit DPRD DIY di kantor Dinas PMD Provinsi Bali Jumat (11/1/2019) siang.

Pemda Bali menurutnya berusaha memberikan pemahaman pada masyarakat melalui pendekatan budaya dan agama bawasanya menjadikan orang lain miskin adalah sebuah dosa besar.

“Kami juga coba menggunakan nilai sosial dalam masyarakat untuk menyampaikan bahwa membiarkan warga miskin itu dosa, miskin itu tidak enak, tidak benar dan tidak sesuai ajaran agama. Kesadaran inilah yang kemudian kami terus coba bangun di masyarakat, sembari di sisi lain pemerintah berusaha memaksimalkan program,” katanya.

ada beberapa program yang telah dilaksanakan Pemerintah Propinsi Bali dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Diantaranya melakukan aksi bedah rumah. Sejak 10 tahun terakhir ini sudah 22 ribu rumah dari keluarga miskin diperbaiki menjadi rumah yang sehat. Selain itu memberikan dana segar untuk BUMDES di Bali yang berada di wilayah kantong kemiskinan.

Diakhir acara diskusi wartawan unit DPRD DIY dengan jajaran dinas pemberdayaan masyarakat Desa di Bali, Budi Nugroho Kabag Humas dan Protokol Sekwan DPRD DIY mengatakan

Bali dinilai sukses menurunkan angka kemiskinan. DIY kini tengah berupaya menekan angka kemiskinan dengan berbagai macam cara. Catatan persentase DIY tak begitu baik malah cenderung buruk karena menduduki peringkat tiga dari bawah di Indonesia dengan 12,13 persen.

Selama ini DIY seolah berlindung di bawah indeks kebahagiaan masyarakat yang di sisi lain juga menjadi tertinggi di Pulau Jawa. Pemda DIY sendiri kini menargetkan bisa menurunkan persentase kemiskinan menjadi 7 persen pada 2022 mendatang dengan kata lain harus lebih dari 2 persen setiap tahun hingga tiga tahun kedepan.

” semoga informasi yang digali oleh para wartawan ini bisa membuahkan tulisan yang diharapkan dapat sebagai masukan kepada pemerintah Daerah DIY yang sangat antusias menurunkan angka kemiskinan,”pungkasnya. ( okta/santosa )

Facebook Comments
%d bloggers like this: