Cakrawala News
Portal Berita Online

Warga Tiga Desa Tolak Perusahan Tambang Emas di Pulau Obi

0 725

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Warga tiga desa di Kecamatan Pulau Obi,Kabupaten Halmahera Selatan,Provinsi Maluku Utara,Sabtu (10/4/2021) melakukan aksi menetang kehadiran perusahan tambang emas PT Amazing Tabara diwarnai aksi blokir akses jalan.

Penolakan yang dilakukan warga tiga desa itu antaranya, Desa Sambiki,Anggai dan Air Mangga. Mereka memblokir akses jalan utama dengan cara membakar ban bekas serta membentangkan spanduk penolakan perusahan.

Warga menilai hadirnya perusahan emas di wilayah mereka akan berdampak buruk karena mengeksploitasi hutan, perkebunan cengkeh hingga tanah milik mereka.

Selain itu, peta wilayah operasi tambang telah mencaplok keseluruhan pemukiman warga di tiga desa setempat.

PT Amazing Tabara mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan  tahun 2011 silam, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) tahun 2013 dan perizinan PTSP Pemerintah Provinsi Maluku Utara 2018 ,meski begitu sosialisasi hadirnya perusahan tersebut tidak pernah diketahui sebagian besar warga setempat.

Tokoh masyarakat Desa Sambiki, Bahrudin Hi Sanusi meminta pemerintah pusat segera mencabut izin usaha perusahan dan meminta segera angkat kaki dari Pulau Obi agar tidak menganggu kenyamanan hidup masyarakat yang sudah puluhan tahun berkebun dan bertani.

“ Selama ini, hidup kita disini sangat baik dan nyaman, tapi semenjak hadinya mereka kami rasa risau karena dapat mengancam keselamatan warga dan lingkungan di Obi,” tegas Bahrudin.

Warga mengancam bila perusahan PT Amazing Tabara tetap dipaksakan beroprasi oleh pemerintah pusat maka sama saja pemerintah telah membuka ruang konflik  di pulau Obi.

“ karena ini merupakan hak-hak yang harus kami pertahankan bukan merampas ,” ucap Bahrudin.

Kepala Desa Sambiki,Hairudin Wahid menuturkan,dalam pengurusan dokumen perusahan yang dibuat oleh PT Amasing Tabara beberapa waktu lalu pihaknya berkesempatan hadir dan disepakati bebeberapa poin diantaranya blok wilayah tambang dan amdal namun faktanya wilayah operasi mereka  melewati apa yang sudah disepakati.

“ Olehnya itu maka sebuah pelanggaran yang dilakukan PT Amazing Tabara. kami akan menolak kehadirannya beroprasi di pemukiman dan perkebunan warga,”tutur Hairudin.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara, Zulkifli Umar saat dikonfirmasi menyatakan, setelah melakukan tinjauan lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat , Pihaknya akan  mengambil opsi  rekomendasi ke Kementerian  Energi  Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta untuk pencabutan izin usaha peruhan tersebut.

“Kita berharap hak-hak masyarakat itu bisa menjadi hal prioritas dari berbagai kepentingan investasi di sana ,” jelasnya.

Zulkifli meng,aku setelah pihaknya melakukan konfirmasi ke  Dinas Kehutan maupun perizinan PTSP, kawasan pertambangan PT Amasing Tabara  masuk ke kawasan perkebunan masyarakat.

“ Keseluruhanya berada di kawasan pemukiman dan perkebunan, sehingga tentu merugikan masyarakat. Kami akan merekomendasikan dua opsi penciutan atau pencabutan izin, tapi setelah melihat data dokumen ada unsur yang mengarah ke pencabutan,” tegasnya.

Aksi yang dilakukan selama dua jam lebih itu, dikawal ketat aparat Kepolisian dan TNI. Aksi dapat redam setelah warga melakukan pertemuan dengan Komisi III DPRD Maluku Utara di kantor desa setempat.***(IVN/ID)

Leave A Reply

Your email address will not be published.