Cakrawala News
Portal Berita Online

Warga Pasar Besar Palangkaraya Protes, Akan Datangi Kantor Dinas Perindag

0 1,193

PALANGKARAYA KALTENG CAKRAWALA.CO –  Walikota Palangkaraya Kalimantan Tengah (Kalteng) Fairid Nafarin meenyarankan  penundaan terkait rencana para warga pasar Kota Pangkaraya yang akan melakukan  pemilihan jajaran pengurus pasar tersebut.

Walikota menyarankan penundaan rencana pemilihan pengurus tersebut karena saat ini masih berada di pandemi Covid 19, oleh karenanya warga pasar diminta untuk bersabar terlebih dulu mengingat kondisi Covid 19 yang lebih utama dituntaskan adalah kesadaran terhadap para pedagang dan pembeli yang sering tidak menggunakan masker dalam berbelanja dan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Namun warga pasar kemudian protes menyusul kelaurnya surat dari dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) dengan nomor 63/DPKUKMP/DAF/OX/2020 yang menetapkan salah seorang yang sebelumnya tidak ada dalam bursa nama calon pengurus pasar,  tiba-tiba muncul untuk ditetapkan sebagai kepala pasar.

ads bukopin

Kehadiran nama calon kepala pasar tersebut sontak mendapat tanggapan keras dari kubu Dadiet yang sebelumnya sama-sama santer masuk dalam bursa calon pengurus pasar.

“Kami kecewa dengan kadisperindag kota Drs.Rawang yang main asal-asalan mengeluarkan surat dan menurunkan SK penetapan tanpa adanya pemilihan. Lucu saja Kadis Perindag ini terkesan tidak paham akan arti sebuah pemilihan,”Kata H.Ahmad sebagai tokoh pasar saat mereka berkumpul untuk segera mendatangi kantor Perindag pada hari Kamis 01 Oktober 2020.

Sebelumnya menurut Dadiet, Kadisperindag sudah pernah didatangi oleh beberapa rekan dirinya dikantornya dan yang bersangkutan menyatakan tidak mau ikut memediasi tentang pemilihan kepala pasar ini,

“beliaun menyarankan silahkan kalian rapatkan dan ini bukan ranah saya untuk ikut menyelesaikannya.” Kata Dadiet menirukan ucapan Kadis Perindag

Namun menurut Dadiet  tiba-tiba Kadis Rawang langsung meng SK kan seseorang tanpa ada dasar pemilihan.

“dan ini dari kubu kami sangat dirugikan dan kami akan datangi Kadis Perindag untuk segera mencabutnya dan jika tidak kami akan meluruk ke kantor Walikota serta akan melakukan gugatan secara hukum.”ungkapnya.

Dadiet menyebut jika benar hendak secara demokrasi mari lakukan pemilihan dengan pungutan suara siapa yang sebenarnya dipilih oleh para kepala blok pasar.

Ia juga menunjuk SK yang ditanda tangani oleh Rawang dan menudiang yang bersangkutan  sudah kemasukkan angin.

“kami berharap kita sama-sama menjaga keamanan menjelang Pilgub ini jangan dibuat menimbulkan Problema ditengah Masyarakat pasar besar.”tegasnya.

Sementara itu Suhardi Lentam yang namanya dicantumkan dalam SK tersebut merasa keberatan namanya dimasukkan sebagai penasihat dan tidak pernah bicara dengannya.

“Saya keberatan karena saya tidak pernah mendukungnya,” ungkap mantan anggota DPRD kota Palangkaraya yang vokal ini.

Walikota Palangkaraya Fairid Nafarin saat dihubungi oleh H. Amat selaku salah seorang warga pasar merasa tidak diajak koordinasi oleh Kadisperindag dan dirinya merasa kecewa karena dikhawatirkan cara asal buat SK dinilainya akan  menimbulkan permasalahan.

“hendaknya untuk bisa disampaikan dulu kepadanya dan bisa segera dipertemukan.”tukasnya singkat.***( RT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.