Cakrawala News
Portal Berita Online

Warga Mlarak Kembali Menuntut Keadilan Terkait Jual Beli Tanah Yang Tidak Jelas

0 424

PONOROGO,CAKRAWALA.CO – Duapuluh empat warga desa Mlarak Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo menuntut keadilan terus berlanjut akibat ketidak jelasan jual beli tanah yang tidak ada tindak lanjutnya. Hari ini puluhan warga mendatangi kantor Pengadilan Negeri Ponorogo, Kamis 18 februari 2021 diruang sidang Kartika.

Gugatan 24 warga Desa Mlarak itu didampingi oleh penasehat hukum SM Law OFFICE Suryo Alam, SH. MH –  Mega Aprillia, SH, Didik Hariyanto, SH dan Ratih laraswati, SH. dalam sidang gugatannya.

Suryo Alam selaku kuasa hukum usai sidang kepada cakrawala.co mengungkapkan,”hari ini dilakukan sidang perdana gugatan 24 warga desa Mlarak kepada PT Global Sekawan Sejati Jogjakarta,”ungkapnya.

“Sidang hari ini para pihak terutama dari penggugat hadir keseluruhan baik dari kuasa hukumnya maupun dari prisipa,”ujar Suryo Alam.

Dikatakan, untuk tergugat dan turut tergugat ini hanya satu orang itu atas PT Global di wakili oleh kuasa hukumnya beserta Edi Purwanto turut tergugat satu mantan kepala desa mlarak yang hadir.

Suryo Alam juga menambahkan,”Ada yang belum hadir, sehingga di putuskan oleh Majelis Hakim untuk menunda sidang untuk memanggil pihak pihak yang belum hadir pada persidangan hari ini,”tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Suryo, sidang pertama kali dan tentunya sesuai dengan hukum acara, dalam tahapan mediasi.

Suryo Alam juga menjelaskan,”Sidang kedua Kamis, tanggal 25 Februari untuk melengkapi pihak-pihak yang belum hadir,”jelasnya.

Saat ditanya tanggapannya terkait gugatan di Pengadilan Negeri ini Suryo Alam optimis dengan langkah hukum yang ditempuhnya.

“Kami sangat optimis dengan apa yang menjadi gugatan kami karena pada prinsipnya mereka sudah selama 3,5 tahun jual beli tanah tidak kunjung selesai dan perlu  dicatat pada saat itu kami sudah melakukan mediasi dibalai desa Mlarak yang dihadiri oleh FORPIMCAM  baik itu Camat, Kapolsek, Danramil menyaksikan kesanggupan dari PT Global  selaku pembeli. Namun toh sampai saat ini juga tidak ada realisasinya,”tandasnya.

Selain itu, pihak perusahaan PT Global Sekawan Sejati Jogjakarta ternyata sudah 3 tahun tidak memberi kepastian

“Kami selaku kuasa hukum  mendampingi 24 warga mengaku ditipu atas jual beli tanah mereka. Sejak ada akad jual beli 3 tahun ini ini warga hanya dibayar 25% dari nilai nominal tanah,”kata Suryo Alam.

Dia juga menjelaskan bahwa sertifikat milik puluhan warga desa ini sudah diberikan kepada perusahaan melalui tiga orang perantara yakni Edi Purwanto, Joko dan Zainuri, yang pada waktu itu mereka ada yang menjabat sebagai kepala desa dan sekretaris desa. (AM P).

Leave A Reply

Your email address will not be published.