Warga Kampung Siluman Gelar Budaya, “Ngabumi” di Pulomajeti

BANJAR JABAR CAKRAWALA.CO ,-   Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1441 H, warga Kampung Siluman Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2019), menggelar prosesi upacara adat Kirab Ngabumi di Situs Cagar Budaya Pulomajeti yang terletak di Lingkungan Siluman Baru, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Berbagai prosesi upacara adat digelar, mulai dari Kirab Jamasan Tujuh Pusaka Majeti, Penggabungan Tujuh Air Kahuripan, Dondang Tujuh yang para pelakunya menggunakan seragam Pangsi lengkap dengan ikat kepalanya. Dengan menggunakan pakaianyang menjadi khas adat Sunda tersebut, tentunya semakin menambah aura mistik nan sakral di Situs Cagar Budaya tersebut.

Sesepuh Kampung Siluman, Raden Koko Koswara mengatakan, bahwa dalam acara hajat bumi ini, sejumlah benda pusaka dikirab, salah satunya yaitu pusaka Kudi Hyang Naga yang dipercaya sebagai cikal bakal pembuka tatar wilayah Kota Banjar.

“Selain benda pusaka ini, ada juga pusaka jenis Dwi Sula, tombak, kujang, dan beberapa pusaka peninggalan sejarah. Alhamdulillah semuanya terawat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kirab pusaka ini memakai simbol jumlah 7 dan semuanya serba 7, seperti tujuh Air Cikahuripan, tujuh pusaka, serta tujuh dongdang pembawa makanan yang artinya menunjukan tujuh lapisan langit, tujuh lapisan bumi, dan tujuh siklus waktu kehidupan.

“Maksudnya agar kita tidak lupa akan kehidupan, bahwa manusia itu hidup dalam tujuh kurunan waktu,” jelasnya.

Masih kata Raden, hajat bumi (Ngabumi) ini, selain ungkapan rasa syukur atas kenikmatan yang diberikan Tuhan YME, juga sebagai upaya untuk melestarikan tradisi dan kearifan lokal, khususnya warga kampung Siluman dan Kota Banjar.

“ini warisan leluhur, mari kita lestarikan,” katanya.

Kegiatan ini merupakan kali pertama yang dilakukan warga Kampung Siluman yang disebut dengan Sawargi. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang berdatangan untuk menyaksikan kesakralan Kirab Ngabumi di Kampung Siluman ini.

Acara dalam kegiatan “Ngabumi Hajat Wasiat Bumi Majeti” ini diantaranya Kirab Ngabumi, Kirab Pusaka Majeti, Jamasan Pusaka Majeti, Gelar Seni Tradisional. Sedangkan untuk Sabtu malam digelar Dzikir spiritual, bubuka lawang tujuh, babad wasiat majeti, kala saniscara, juru kunci dan budayawan.

Acara pamungkas, ditutup dengan pagelaran wayang golek sebagai ruatan Situs Cagar Budaya Pulomajeti.***Hermanto

Facebook Comments
%d bloggers like this: