Cakrawala News
Portal Berita Online

Warga Demo Tuntut Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur Diselesaikan Secara Damai

0 524

SIDOARJO, CAKRAWALA – Puluhan warga Desa Kajeksan, Kecamatan Tulangan. Meluruk ke kantor desa di hari libur, Sabtu (9/5). Warga demo menanyakan perihal kasus pencurian yang dilakukan seorang anak dibawah umur agar diselesaikan secara damai.

Dikarenakan sekarang musim pandemi covid-19, aksi massa sempat dilarang pihak berwenang dalam hal ini Kepolisian. Untuk menampung aspirasi warga, hanya perwakilan pendemo yang diperkenankan. Dilakukan  mediasi antara warga, BPD, Muspika Kapolsek Tulangan AKP Eka Anggriana dan pihak Komando Rayon Militer (Koramil).

Menurut Pj Kades, Kajeksan Abdul Wakid, SH menjelaskan “Setelah dilakukan mediasi, hasilnya pihak Pemdes akan silahturahmi ke rumahnya di Jombang (korban penganiayaan) untuk supaya masyarakat tenang. Dan surat laporan ke polisi agar dicabut,” Ungkap Pak Kades.

ads bukopin

Berdasarkan pengakuan warga, kepada Pihak Pemdes. Sebelumnya dalam sekitar satu bulan ini ada laporan warga kehilangan. Sehingga ketika ada orang yang bukan warga asli desa melakukan keluar malam sehingga ditangkap karena diduga akan melakukan pencurian.

Sementara itu Kapolsek Tulangan, AKP Eka Anggriana mengatakan terkait demo warga ini. “Permasalah yang sudah terjadi adalah permasalah bisa diambil hikmahnya dan bahan pembelajaran,” Ungkap Kapolsek.

AKP Eka Anggriana, menghimbau kepada masyarakat dalam rangka bulan suci Ramadhan, dalam masa PSBB ini agar sama-sama menjaga situasi keamanan yang kondusif.

Korban salah tangkap dituduh mencuri, mengalami kekerasan, disulut rokok dan pemukulan.

Bermula Laporan Korban ke Polisi

Semua bermula dari,  Dicky Pribadi (16) warga Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, melapor ke SPKT Polresta Sidoarjo, Jumat sore (8/5).  “Saya ke sini (Polresta) melaporkan penganiayaan yang saya alami. Saya terluka di pelipis mata, leher bekas sulutan rokok, di leher dan punggung,” Ucap Dicky.

Dalam keterangan Kavi salah satu saksi mata menjelaskan. Kejadian pemukulan kepada korban terjadi, Kamis pukul 01.30 WIB di jalan desa Kajeksan, Kecamatan Tulangan.

Dua orang yang melakukan pemukulan dan menyulut korban dengan rokok yang dalam kondisi menyala diantaranya oknum Polisi atas nama Heri dan oknum ASN Hari yang kerja di lingkungan DPRD Sidoarjo.

Namun saat diintrogasi di balai desa, tidak ada barang bukti yang diamankan ataupun saksi mata yang mengatakan jika korban melakukan pencurian.

Akhirnya korban diminta untuk pulang ke Jombang. Saat dirumah orangtua Dicky tidak terima atas penganiayaan yang menimpa anaknya.

Lalu atas dasar agar masyarakat tidak main hakim sendiri terhadap orang yang belum tentu melakukan pencurian. Akhirnya korban didampingi warga melapor ke Polresta Sidoarjo. Masih menurut Kavi, korban selama ini kerja sebagai kuli angkut dan kernet.

“Dicky sehari-hari kerja ikut Kakak saya Ainul Rofik. Sebagai kernet dan kuli angkut genteng rumah,” tutup Kavi.

Sementara itu, Riduwan selaku tokoh masyarakat yang mendampingi korban laporan Polisi menuturkan.

“Supaya kasua ini ditindaklanjuti sesuai prosedur dan memberikan suatu efek jera kepada oknum-oknum yang melakukan tindak kekerasan diluar batas kemanusiaan.

“Korban ini dibawah umur, apalagi saat kejadian ada oknum polisi dan ASN Pemda ikut serta melakukan penganiayaan. Korba ini masih anak-anak dan tidak terbukti melakukan pencurian,” Tutur Riduwan. (Rizal/Uji/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.