Warga Asli Makassar Diduga Ambil Jatah Kuota Haji di Manado

MANADO.CAKRAWALA.CO,- Ternyata jual beli kuota haji masih terus terjadi. Di Manado telah ditemukan sedikitnya 50 Calon Jamaah Haji (CJH) asli Makasar yang bukan asal Sulawesi Utara, mendaftar di Manado. Mereka tidak menetap dan tidak bekerja di Manado. Tapi datang di Manado hanya untuk naik haji bersama warga Manado  asli lainnya.

Terungkapnya kasus ini, berawal ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulawesi Utara, Djafar Alkatiri mengisi ceramah pelepasan haji sebanyak 50 CJH di masjid Uswatul Hasanah di kelurahan Banjer Lingkungan V, kecamatan Tikala, Manado. Sebaliknya setelah ditelusuri hanya 15 CJH yang jamaah di masjid tersebut.

“Setelah saya menanyakan langsung ke mereka, alamat mereka tidak tahu, walikota Manado tidak tahu, gubernur Sulut pun mereka tidak tahu, bahkan saya pun mereka tidak kenal,” ujar  Djafar Alkatiri.

Bukan hanya itu saja, lanjut Alkatiri ada salah satu rumah di kelurahan Banjer, 13 orang naik haji tapi sebaliknya kondisi rumah mereka tidak layak.

“Dengan adanya kasus ini, mereka berangkat haji, maka fakta hukumnya sudah terbukti, mereka mengambil jatah kuota haji warga Manado, meski mereka ikut prosedur daftar haji, tapi bukan warga Manado,” tegas Alkatiri.

Alkatiri menjelaskan, warga Makasar ini masuk di kuota Manado, awalnya lima tahun yang lalu mereka datang di Manado membuat KTP. Yang waktu itu belum berlaku E KTP, sehingga lebih memudahkan mereka untuk membuat KTP di Manado. Dan setelah itu warga Makasar ini daftar di kantor Depag Manado.

Namun dari pihak kantor Depag tidak menelusuri apakah mereka benar warga asli Manado atau tidak. Karena setelah itu mereka pun mendapat kuota haji. Terbukti tahun 2019 ini warga Makasar, naik haji bersama warga Manado lainnya.

Setelah pulang dari haji, lanjut Alkatiri tibanya di embarkasi Balikpapan mereka tidak pulang ke Manado tapi pulang ke Makasar rumah mereka yang sebenarnya. (***) dianra

 

 

 

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: