Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Apresiasi Kampung Bebas Asap Rokok

0 143

 

Solo Cakrawala.Co,-Sebanyak 76 kampung di Kota Solo,Jawa Tengah.Mendeklarasikan diri sebagai kampung bebas asap rokok (KBAR). Puluhan kampung yang kebanyakan masih dalam taraf aksi-aksi implementasi tersebut,mendapat apresiasi dari Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

 

 

 

Bertempat di RW 29 Mojosongo, Jebres, Solo,Jawa Tengah.Rabu (24/3/2021).Perwakilan dari 8 Rw di Kelurahan Mojosongo deklarasi komitmen sebagai Kampung Bebas Asap Rokok, mereka membacakan  aturan Kampung Bebas Asap Rokok yang sudah ditetapkan dan menjalankannya.

 

Mereka berkomitmen untuk mendukung Perwali No. 13/2010 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM). Selain itu mereka menyatakan tidak merokok di dalam rumah, tidak menyediakan asbak, tidak merokok di setiap pertemuan warga dan tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat.

 

 

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka didampingi Camat Jebres Sulistyorini dalam kunjungannya pada Deklarasi dan Festival Model Kampung Bebas Asap Rokok, Rabu (24/3/2021) di lokasi setempat, memuji langkah warga RW 9 tersebut dan berharap dapat ditiru oleh wilayah RW dan RT lain di seluruh  wilayah Kota Solo.

“Saya sangat senang dengan Deklarasi KBAR ini. Saya harap deklarasi ini tidak hanya deklarasi, tapi harus ditindaklanjuti dan diwujudkan. Ini sesuai program Pemkot Surakarta yakni sebagai Kota Layak Anak. Kita ingin mencetak generasi yang kuat, kokoh, cerdas dan sehat,” kata Gibran.

 

Gibran menyatakan, gerakan itu dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian bahaya asap rokok.

“Selanjutnya nanti kita buat regulasi untuk menguatkan 76 KBAR ini ( kalau bisa ditambah lagi jumlahnya) biar sejalan dengan program Pemkot Surakarta di bidang kesehatan dan perlindungan anak,” Ungkapnya.

 

Saat menyambangi pojok stand KBAR, Gibran sempat menuliskan pernyataan ‘Solo bebas rokok. Sebarkan program ini ke seluruh pelosok Indonesia’ dibubuhi nama terang dan tanda tangan.

Dalam kunjungan ke salah satu stand RW KBAR, walikota mendapat penjelasan soal tanaman yang yang dipajang bisa menghisap polutan asap rokok seperti lidah mertua, sirih, sri rejeki, bunga lili, palem kuning, dan kembang sepatu.

 

Jubir Yayasan KAKAK (Bergerak Dalam Perlindungan Anak) Shoim Shariati menilai saat ini orang yang merokok semakin menyadari. Mereka mulai tidak enak hati merokok di tempat-tempat umum.

“Ada kesadaran diri sungkan merokok di tempat umum. Saya yakin ( gerakan bebas asap rokok ) bisa dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Solo,” terangnya.

 

 

Lurah Mojosongo,  Winarto menyatakan kebijakan tersebut memang menjadi intervensi pemerintah, desa siaga dan kader kesehatan. Hal itu juga merupakan implementasi Inpres no. 1/2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Kita dukung dan kawal sepenuhnya KBAR ini dalam menerapkan aturan untuk tidak dan berhenti merokok di kawasan masing – masing. Selain semakin meningkatkan perilaku hidup sehat khususnya dalam protokol kesehatan di masa Pandemi Covid 19 ini,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Solo, Setyowati, menerangkan seluruh Puskesmas di Surakarta kini memiliki fasilitas untuk membantu perokok yang ingin berhenti merokok. Disebutkan, pihaknya aktif memberikan edukasi, khususnya bagi perokok pemula.

“Program ini akan kami evaluasi tiap akhir tahun melalui survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” jelasnya.

 

Perlu diketahui 8 RW yang sudah ber – KBAR dengan implementasi riil yakni Mangkubumen RW 3, Mojosongo RW 19, Kampung Sewu RW 7, Tegal harjo RW 2, Mojosongo RW 29, Sondakan RW 13, Karangasem RW 9 dan Tegal harjo RW 6.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.