Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Wali Kota Madiun Resmikan Stasiun Tangguh Semeru

0 72

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Sebagai moda transportasi yang banyak diminati masyarakat, dan sebagai tempat bertemunya masyarakat dari daerah lain, Stasiun Besar Madiun, siap menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau new normal ditengah pandemi Covid-19 (virus Corona).

Rabu sore, 8 Juli 2020, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun, bersama Vice President Daop 7 Madiun dan jajaran PJU, meresmikan Stasiun Besar Madiun sebagai Stasiun Tangguh Semeru. Wali Kota Madiun, Maidi, menandai peresmian Stasiun Tangguh Semeru, dengan pengguntingan pita.

Selanjutnya, rombongan Forkopimda bersama Vice president Daop 7 Madiun dan PJU, meninjau beberapa lokasi, seperti seperti loket pemeriksaan tiket calon penumpang, ruang pemeriksaan kesehatan, ruang isolasi bagi penumpang yang positif terpapar virus covid-19, ruang tunggu penumpang, hingga pintu keluar stasiun.

Kapolres Madiun Kota, AKBP R Bobby Aria Prakasa, mengatakan, dibentuknya Stasiun Tangguh Semeru ini untuk membuat pengguna jasa transportasi kereta api, merasa aman dan nyaman melakukan perjalanan. Ini juga salah satu upaya mengangkal Covid-19 (virus Corona). Kapolres menjelaskan, seluruh akses keluar maupun masuk Kota Madiun dengan menggunakan transportasi umum, diharapkan akan terpantau. Dengan sistem dan ketangguhan masing-masing, Stasiun Tangguh Semeru akan mampu menangkal Covid-19 (virus Corona).

“Kita ingin membuat penumpang kereta api merasa aman dan nyaman melakukan perjalanan. Baik dari luar kota ataupun keluar kota, semua harus melewati beberapa tahapan protokol kesehatan. Hal ini sebagai bentuk dan upaya menangkal Corona,” kata AKBP Bobby.

Kapolres mengaku, selain Stasiun Tangguh, Kapolres mengaku, program Tangguh Kapolda Jatim ini memiliki 17 jenis lainnya. Diantaranya, Kelurahan Tangguh, Desa Tangguh, Kampung Tangguh, Perumahan Tangguh, Patroli Tangguh, Motor Tangguh, Padepokan tangguh, Asrama Tangguh, kedepan juga bakal ada Mobil Tangguh.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan, dibentuknya Stasiun Tangguh Semeru ini, diharapkan stasiun sebagai penyedia sarana jasa perjalanan kereta api, bisa menerapkan protokol kesehatan. Yakni, mulai dari, calon penumpang harus mengantongi surat keterangan sehat, wajib mengenakan masker dan face shield, menjaga jarak, dan diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Tujuannya untuk menjaga kondisi kesehatan para penumpang.

“Stasiun tangguh harus bisa mengatasi sendiri tindakan awal penanganan penumpang kereta api yang memiliki gejala Covid-19. Artinya, aabila ada penumpang yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat, tim stasiun tangguh akan langsung memeriksa. Setelah dipastikan reaktif, baru kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Wali Kota. (Ayu/Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: