Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Wali Kota Menyebut Solo Zona Hitam Covid-19,Agar Masyarakat Lebih Waspada

0 10

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kota Solo,Jawa Tengah. menyatakan status Solo zona hitam.Wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan sebutan zona hitam digunakan agar masyarakat lebih waspada terhadap wabah virus corona atau covid-19, Meski pada kenyataannya Solo belum masuk kategori zona hitam sebab,kasus virus corona masih terus bertambah hingga saat ini.

 

Ditemui di kompleks Balaikota Solo, Senin (13/7/2020) Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan alasan pihaknya menggunakan istilah zona hitam Covid-19. Rudi menyebut penggunaan zona hitam di Solo tidak berlebihan “Ya, tidak berlebihan (istilah tersebut), zona hitam ini agar masyarakat lebih waspada. Biasanya kan tambahannya 1-2, ini tiba-tiba 18,” ungkapnya.

Sebelumnya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengonfirmasi, sebanyak 25 mahasiswa yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUD dr Moewardi positif Covid-19 Berdasarkan data, sebagian di antaranya ber-KTP Solo. Selain penambahan jumlah kasus dari tenaga kesehatan, terdapat pula kasus lain dari masyarakat umum, salah satunya pedagang di Pasar Harjodaksino.

“Kalau dari pihak RSUD, untuk komunikasi baru kita panggil (pihak RSUD), tetapi kami minta izin dulu ke Gubernur karena itu punyanya Pak Gubernur (Pemprov Jateng). Kami minta izin untuk memperlancar komunikasi, tidak perlu ada istilahnya laporan terlambat, ditutupi, susah dihubungi,” kata Hadi.

Ia berharap komunikasi antara Pemerintah Kota Surakarta dengan RSUD dr Moewardi terjalin dengan baik.”Karena kita ini gotong-royong. Perkara dr Moewardi yang mengurusi adalah provinsi tetapi berada di wilayah Solo. Kalau dikatakan zona hitam, ya, benar. Semua ngebyuk (pasien Covid-19) di Solo,” katanya. Terkait hal itu, ia meminta agar pihak RSUD dr Moewardi setiap hari selalu memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan Kota Solo. Jam 12.00 WIB beri laporan ke Dinas Kesehatan, baru kemudian diinfokan ke lurah-lurah,” katanya.

Sementara itu, sebagai tindak lanjut, pihaknya juga menutup pasar Hardjodaksino,Serengan dan akan melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah dengan tingkat risiko penyebaran lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Solo,Seperti dikawasan  Mojosongo dan jebres.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: