Cakrawala News
Portal Berita Online

Wali Kota Madiun, Tak Pernah Lelah Ajak Pendekar Saling Menjaga Kondusifitas

0 79

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pasca insiden di Jalan Rawa Bhakti, Sabtu 19 September 2020 lalu, Wali Kota bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan 14 perguruan pencak silat di Kota Madiun, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di gedung Government Chief Information Officer (GCIO) Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Madiun, Kamis 24 September 2020.

Wali Kota Madiun, Maidi memperingatkan oknum pesilat yang berbuat kerusuhan dan meresahkan warga di Kota Madiun. Orang nomor satu di Kota Pendekar ini tak segan memberikan sanksi tegas pendidikan tambahan, baik fisik maupun non fisik di Kasatriyan 501 Bajra Yudha. Hal ini juga telah disepakati oleh Forkopimda dan 14 perwakilan perguruan pencak silat yang hadir.

“Tidak ada perguruan pencak silat yang mengajarkan keonaran. Sebaliknya, selalu mengajarkan untuk tidak pelit berbuat baik, selalu menolong yang membutuhkan. Kalau ada yang tidak seperti itu, pasti itu oknum, dan tidak ada toleransi bagi oknum,” ujar Wali Kota.

ads bukopin

Maidi menambahkan, dalam penerapan sanksi pendadaran di Kasatriyan 501 tersebut, perguruan pencak silat juga turut bertanggungjawab secara langsung. Sebab usulan ini pertama muncul dari usulan salah satu perwakilan perguruan pencak silat. Alasannya jelas, sanksi ini dinilai tepat, untuk lebih mendidik dan bermanfaat. Diharapkan, selepas pendidikan, mereka mampu menjadi pendekar yamg sesungguhnya, berjiwa ksatria yang sesungguhnya dan dapat menularkan ilmunya ke anggota yang lain.

Stop kekerasan Kota Madiun Cinta Damai.

“Yang berbuat onar ini bisa dibilang masih belum matang, kurang memahami ilmu yang diberikan perguruannya. Oleh karena itu, kita beri pelatihan di “kawah chondro dimuko” sementara di sana (501) untuk memperkaya pengetahuan kependekarannya itu,” tambahnya.

Seperti diketahui, saat ini Kota Madiun tengah berbenah menuju perubaham besar. Namun akibat ulah oknum pesilat tersebut bisa menjadi batu sandungan untuk kemajuan Kota Madiun. Kota Madiun harus menjadi perhatian karena prestasi, bukan karena kegaduhan yang ditimbulkan oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kota kita ini sedang berbenah sedemikian rupa, jangan sampai orang takut masuk (Kota Madiun) karena ada ulah-ulah seperti itu. Karenanya, kita tegasi dari sekarang,” tegasnya.

Ditegaskan Maidi, jika masih ada tugu perguruan pencak silat yang berpotensi menimbulkan keributan, ia pastikan tugu tersebut bakal dibongkar.

“Mulai saat ini tidak ada kata ribut di Kota Madiun. Ada ribut saya turunkan semua pasukan,” katanya.

Kapolres Madiun Kota, AKBP R Bobby Aria Prakasa yang turut hadir menambahkan, forkopimda berkomitmen untuk mematuhi peraturan yang ada, dan penerapan sanksi harus lebih tegas. Diungkapkan Kapolres, dari sederet kejadian kerusuhan berawal dari kegiatan “kumpul-kumpul.” Bahkan di bulan September saja sudah beberapa kali terjadi peristiwa seperti ini. Kedepan, tidak ada lagi kegiatan berkumpul dan pengamanan swakarsa di tugu perguruan masing-masing. Ini ditegaskan Kapolres dapat memancing aksi provokasi dan keributan.

“Kalau masih ada kegiatan kumpul-kumpul di tugu perguruan silat, akan kita tindak tegas,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, Pemasangan CCTV akan ditambahkan di beberapa titik yang sudah di inventarisir dan titik rawan. Dirinya berharap, jangan sampai pertemuan yang sudah sering dilakukan ini tidak menjadikan perubahan kondusif.

Sementara dikesempatan yang sama, Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto menambahkan, pada intinya setiap perguruan adalah sama. Namun menyikapi kejadian ini, dibutuhkan keseriusan senior dalam membina pendekar yang masih berusia muda atau dikatakan usia labil.

“PR nya adalah bagaimana apa yang disampaikan pimpinan tertinggi bisa sampai ke lini paling bawah. Bagaimana sumpah perguruan itu benar-benar masuk dalam diri mereka,” kata Dandim.*(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.