Cakrawala News
Portal Berita Online

Wali Kota Madiun : “Tidak Ada Toleransi Bagi Pendekar Yang Melanggar”

0 1,555

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Wali Kota Madiun Maidi memimpin apel persiapan Operasi Aman Suro 2020, di Stadion Wilis Kota Madiun, Rabu 19 Agustus 2020.

Apel diikuti sedikitnya 1.265 personil gabungan, yang siap disiagakan di beberapa titik penyekatan. Hal ini untuk menjaga kondusifitas wilayah Kota Madiun selama pelaksanaan giat suro dan suran agung 2020.

Dalam amanatnya, Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, langkah-langkah dalam rangka kegiatan 1 Muharam sudah dilakukan, salah satunya yakni rapat koordinasi. Maka giat apel sore ini dikatakan Maidi, adalah tindak lanjut dari hasil rakor agar giat 1 Muharam berjalan tertib, aman dan kondusif.

ads bukopin

“Karena saat ini kita masih di situasi keprihatinan masa pandemi Covid-19, maka kegiatan apapun harus sesuai protokoler kesehatan. Meskipun sudah ada komitmen bersama yang harus kita pegang dan kita jalankan,” tutur Wali Kota.

Sesuai kesepakatan, tradisi Suro dan Suran Agung tahun ini ditiadakan. Ini karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 (virus Corona). Kegiatan yang berpotensi kerumunan massa, seperti ziarah makam dan pengesahan anggota baru perguruan pencak silat secara terpusat, tidak diselenggarakan. Selain itu, Maidi menegaskan, anggota perguruan pencak silat dari luar kota dilarang masuk ke Kota Madiun.

“Tidak ada toleransi bagi pelanggar. Kalau masih ada yang nekat, siap-siap kita akan lakukan rapid test dan isolasi selama 14 hari di Stadion Wilis. Tempatnya sudah kita siapkan,” tegas Maidi.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota, AKBP R Bobby Aria Prakasa mengungkapkan, pihaknya bakal menyiapkan tiga tim urai yang masing-masing peleton terdiri 90 personil gerak cepat untuk melakukan penindakan jika ditemukan pelanggaran. Selain itu, terdapat puluhan CCTV yang terkoneksi dengan GCIO, disiapkan untuk memantau pergerakan di wilayah perbatasan. Serta ada 19 titik yang bakal dijaga ketat oleh petugas, baik itu di titik makam, perbatasan dan simpang jalan.

“Untuk penindakan atas pelanggaran akan jelas aturannya. Namun terlebih dulu akan kita pelajari, apakah pelanggarannya ini melanggar KUHP atau melanggar peraturan hukum yang lain,” tegas Kapolres.

Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Infanteri Waris Ari Nugroho menambahkan, dari TNI sendiri baik itu TNI-AD baik Kodim 0803/Madiun dan TNI-AU telah siap menjalankan tugasnya. Selain itu, pihaknya juga memiliki 1 Batalyon Infanteri 511 Dibyatara Yudha di Blitar yang disiapsiagakan sebagai upaya antisipasi perkembangan situasi.

“Dari personil TNI-AD, yakni Kodim 0803/Madiun termasuk satuan jawatan siap siaga menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan giat suro dan suran agung tahun 2020 ini,” kata Danrem.*(Ayu)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.