Cakrawala News
Portal Berita Online

Wali Kota Madiun : “Gunakan Dana Bantuan Hanya Untuk Kebutuhan Yang Primer dan Mendesak”

0 64
idul Fitri Cakrawala

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kota Madiun mendistribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk masyarakat penerima manfaat, yang kali ini dimulai dari Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Madiun Maidi, Sabtu 9 Mei 2020. Selanjutnya penyaluran bantuan bakal dilakukan di kelurahan masing – masing.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, bantuan yang diterimakan kepada masyarakat senilai 600 ribu rupiah per Kepala Keluarga (KK). Masyarakat penerima manfaat harus datang sendiri, dan tidak dapat diwakilkan. Selain itu penerima wajib menunjukkan KTP, dan harus menandatangani bukti tanda terima.

“Rencananya penyaluran bantuan ini akan memakai tiga metode penyaluran. Selain ke kantor kelurahan dan loket pos, petugas juga berencana menyalurkan secara door to door,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota menambahkan, Kota Madiun memperoleh kuota penerima BST dari Kemensos RI sebanyak 10.960. Sebagian masyarakat penerima yang tidak memiliki rekening bank yakni sebanyak 5.473 bakal diterimakan melalui kantor pos, sedangkan sisanya akan ditransfer ke nomor rekening masing-masing.

Warga penerima manfaat, Kelurahan Manisrejo Kota Madiun. Menunjukkan uang tunai bantuan pemerintah.

“Untuk penerimaan melalui rekening bank, kita masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut. Namun saya pastikan, ini akan terealisasi dalam waktu dekat,” kata Wali Kota.

Dari beberapa warga yang hadir, ada beberapa yang hanya menerima bantuan berupa sembako dan bukan uang tunai. Wali Kota berpesan, masyarakat yang menerima bantuan sembako tidak perlu iri dengan yang menerima BST. Hal ini dikatakan Wali Kota, memang sudah diatur sedemikian rupa agar bantuan merata.

“Warga yang sudah dapat bantuan sembako, tidak akan mendapatkan bantuan tunai, begitu sebaliknya. Tapi saya pesan, jangan boros, belanjakan uang tersebut hanya untuk kebutuhan yang primer,” imbuhnya.

Untuk menghindari tumpang tindih penerima bantuan, Wali Kota mengaku, bakal menempelkan stiker di rumah penerima manfaat. Hal ini untuk mempermudah mengetahui, siapa saja warga yang telah menerima bantuan.

“Tapi kalau sampai stiker yang kita pasang itu dilepas, maka kedepan tidak akan diberikan bantuan lagi,” tegasnya.

Maidi berpesan kepada warga yang merasa berhak namun belum memperoleh bantuan, dipersilahkan untuk melapor melalui Ketua RT dan Kelurahan setempat. Ia menginnhinkan ada timbal balik. Yakni pemerintah sudah baik, dengan memberikan bantuan kepada masyarakat, maka sebaliknya, masyarakat juga harus baik kepada pemerintah.

“Caranya bagaimana, ya harus patuh dan disiplin pada anjuran protokol Covid-19 dari pemerintah. Tetap tinggal dirumah, rajin cuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak fisik atau physical distancing,” pungkasnya.*(ADV/Ayu)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: