WALHI Kecam PETI di Bolmong

MANADO.SULUT.CAKRAWALA.CO,- Sepertinya permasalahan Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) di Bakan Bolaang Mongondow (Bolmong) di Sulawesi Utara menuai kecaman. Setelah dari aktifis di Bolmong dan pemerhati lingkungan hidup. Kali ini Walhi Sulut, mengecam keberadaan PETI di Bakan Bolmong. Direktur WALHI Theo Runtuwene, menolak aktifitas apa pun yang ada di Bakan.

“WALHI Sulut mengecam dan menolak aktifitas yang ada di Bakan, karena sejak tahun 2018 telah menelan korban jiwa dan 2019 bulan februari juga banyak menelan korban jiwa,” tandas Direktur WALHI Sulut Theo Runtuwene.

Theo menambahkan, sebenarnya secara resmi sudah ditutup oleh kepolisian tapi harus benar-benar steril. Karena lokasi itu ilegal dan merusak lingkungan, itu juga yang harus diperhatikan semua pihak. Theo juga menilai, pemerintah dalam masalah ini tidak tegas.

“Saya rasa Pemerintah tidak tegas, Bupati lembek dalam menyikapi masalah ini, bupati punya kebijakan tapi terlalu banyak bermain  dengan orang yang merusak lingkungan, sehingga terjadilah banyak korban jiwa, itu nyawa bukan mainan,” tegas Theo.

Maka WALHI Sulut menyatakan, lokasi itu sudah ditutup dari 2018 dan dipertegas di 2019 juga sudah ditututp lokasi PETI di Bakan. Tapi kenapa masih ada juga aktifitas pertambangan, meski pihak kepolisian melakukan patroli. Karena dua bulan ini Walhi memantau masih ada juga aktifitas di lokasi tersebut.

Intinya menurut Theo, Bupati atau Pemerintah Bolmong harus benar-benar tegas karena selama ini terlalu lembek, untuk menyikapi kasus tambang-tambang ilegal yang berada di Bakan Bolmong.***(dianra)

 

 

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: