Cakrawala News
Portal Berita Online

Wakil Ketua MPR: Disintegrasi dan Intoleransi Menjadi Ancaman Serius

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Lestari Moerdijat, mengatakan bahwa disintegrasi dan intoleransi yang merebak akhir-akhir ini menjadi ancaman serius bagi negara Indonesia yang dipenuhi dengan keberagaman.

“Ini semua harus kita sikapi dengan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki: yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Lestari, saat memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada ribuan mahasiswa, di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Senin (2/12/2019).

Menurutnya nilai-nilai kebangsaan tersebut bukan hanya dihafal, akan tetapi menjadi laku hidup berbangsa dan bernegara, terutama kepada mahasiswa. Sebab mereka adalah generasi yang akan meneruskan kepemimpinan di masa depan. “Pesan-pesan inilah yang saya sampaikan kepada mahasiswa, agar mereka kembali mengingatnya serta sadar dan paham bahwa kelanjutan negara ini berada di pundak mereka.”

Mengapa mahasiswa itu penting di tanamkan pemahaman soal ini, kata Lestari, karena di tangan mereka masa depan Indonesia dititipkan. Menurutnya, tahun 2045 bukanlah waktu yang panjang. “Mungkin usia mereka sekarang 18-20 tahun, dan pada 2045 nanti usia mereka akan 30-35 tahun. Di masa itu adalah usia puncak mereka; adalah awal di mana mereka memulai, dan lahir sebagai pemimpin,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNG, Edwart Wolok, mengatakan bahwa kegiatan kuliah umum seperti ini merupakan salah satu strategi pihaknya untuk mengakselerasi kemampuan mahasiswa agar bisa bersaing di era global.

“Hari ini adalah era revolusi industri 4.0 (four point zero), di mana kita tidak bisa menghindari tantangan yang datang dari segala sektor. Tantangan ini membuat sesuatu yang jauh menjadi dekat, membuat sesuatu yang tidak diketahui menjadi mudah diakses dan diketahui,” kata Edwart.

Dengan demikian lanjut Edwart, mau tidak mau, suka tidak suka, UNG kedepan harus berkembang menuju kampus yang unggul dan berdaya saing. “Untuk mewujudkan ini, maka kami selaku pimpinan UNG beserta seluruh jajaran akan memprioritaskan 4 program, dalam hal ini kami sebut empat pilar sebagai fokus pengembangan 2019-2023, yaitu: Akreditasi, penelitian dan pengabdian, peningkatan kualitas lulusan dan kerjasama.”

Oleh sebab itu menurutnya, perkembangan UNG harus dibarengi dengan karakter kepemimpinan yang sesuai dengan eranya, yaitu pengambilan keputusan secara tepat berdasarkan data dan berorientasi terhadap pelayanan dengan stakeholder pendidikan.****

%d bloggers like this: