Cakrawala News
Portal Berita Online

Wakapolres Blitar Kota Dampingi Bupati Jenguk Korban Puting Beliung di Kebonduren Ponggok

0 142

BLITAR CAKRAWALA.CO – Pasca bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada Senin (13/6/2022) sore kemarin, Wakapolres Blitar Kota Eusebia Torimtubun, Kabagops Kompol M Hari Sutrisno, Kasat Sabhara AKP Murdianto dan Kapolsek Ponggok AKP Sony Suhartanto mendampingi Bupati Blitar Rini Syarifah menjenguk para korban terdampak angin puting beliung, Selasa (14/6/3022).

Hasil pendataan terakhir, sebanyak 17 bangunan rumah dan kandang ternak milik warga rusak diterjang angin kencang atau puting beliung kali ini.

“Dari hasil pendataan terakhir, ada sebanyak 17 bangunan rusak akibat bencana angin puting beliung. Mudah-mudahan tidak bertambah,” kata Wakapolres Blitar Kota, Kompol Eusebia Torimtubun.

Ia menjelaskan, saat ini BPBD Kabupaten Blitar masih melakukan asesmen terkait kerugian dampak bencana angin penting beliung di Desa Kebonduren.

“Dari BPBD dan Dinsos masih melakukan asesmen. Pemkab juga akan melakukan trauma healing untuk anak-anak di lokasi,” ujar Kompol Eusebia.

Dikatakannya, petugas gabungan dari Polres, TNI, dan BPBD sudah terjun ke lokasi sejak kemarin malam dan membantu warga membersihkan pohon tumbang di lokasi.

“Hari ini masih dilanjutkan dilakukan pembersihan pohon tumbang di lokasi,” terang Kompol Eusebia.

Di tempat yang sama, Bupati Blitar Rini Syarifah meminta warga selalu waspada saat terjadi hujan deras dan angin kencang di lokasi. Warga diminta mencari tempat aman saat terjadi hujan deras.

“Wilayah sini (Kebonduren) merupakan wilayah rawan terjadi bencana angin puting beliung. Untuk itu, kami meminta warga selalu waspada,” kata Bupati Rini Syarifah.

Sementara itu, Sumartini salah satu warga yang rumahnya rusak terkena angin puting beliung mengatakan peristiwa angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan deras di lokasi. “Suasana gelap, tidak kelihatan. Angin kencang dan hujan deras datang bersamaan,” kata Sumartini.

“Desa Kebonduren sudah langganan terjadi bencana angin kencang. Hampir tiap tahun terjadi angin kencang. Tapi, angin kencang kali ini parah dibandingkan sebelumnya,” ungkap warga desa itu. (ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.