Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Wabup dan Kajari Garut Beri Penguatan Adaptasi Kebiasaan Baru di Samarang

0 28

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Wakil Bupati Garut Helmi Budiman bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut memberikan penguatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kepada para Kepala Desa dan perwakilan masyarakat para penggiat Infirmasi se- Kecamatan Samarang, Kamis (2/7/2020).

Dalam kesempatannya kedua unsur Forkopimda Garut tersebut menyepakati setidaknya ada dua hal penting yang harus jadi perhatian semua pihak bila ingin berhasil mengatasi pandemi covid-19, diantaranya ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan dan melakukan surveilans dan pemeriksaan yang agresif sistemik dan proaktif.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman,  menegaskan hal tersebut saat membuka acara Bedah Informasi Desa (BID) dalam rangka penguatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), yang digagas Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut, di Aula Kantor Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat.

Menurut Wabup yang akrab disapa Kang Helmi  ini menegaskan bahwa  yang harus diperhatikan pertama adalah ketaatan, sehingga penegakan hukum menjadi hal yang sangat penting terutama terkait covid-19.

“Seperti halnya yang tidak pakai masker didenda disuruh push up, didenda bahkan katanya ada yang sampai mengeluarkan nominal, itu untuk penyadaran, ketaatan masyarakat mengikuti protokol kesehatan, sesuai dengan keinginan pemerintah agar kita selamat tidak terjangkit covid-19,” ujarnya.

Dengan dibentuknya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sadar Covid-19 ini, agar masyarakat sadar dibiasakan taat dan patuh terhadap anjuran pemerintah, salah satu keberhasilan pengentasan covid-19 ini adalah dengan taat terhadap hukum dan protokol kesehatan.

Yang kedua, lanjut Helmi, ialah di sektor kesehatan, yaitu survilans dan pemeriksaan yang agresif sistemik dan proaktif yang juga menentukan keberhasilan penanganan covid-19.

“Alhamdulilah sekarang yang positif tinggal satu, ini karena kerja keras kita di sektor kesehatan dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,” ungkapnya

Wakil bupati berharap, melalui KIM Desa ini menjadi penyebar informasi paling depan sehingga kita lebih cepat tanggap dalam menanggapi permasalahan.

Sementara itu Kajari Garut Sugeng Hariadi dalam kesempatannya memberikan penguatan alur peran dan fungsi institusi kejaksaan yang dipimpinnya bahwa tidak hanya melulu sebagai fungsi penindakan, penyidikan, penangkapan dan pelenggeledahan melainkan ada funsi kejaksaan yang tidak kalah penting adalah melakukan pembinaan dan sosialisasi.

“Ini fungsi yang saya rasa tidak kalah penting maka melalui moment yang di gagas rekan-rekan para penggiat informasi ini perlu saya sampaikan bahwa Jaksa juga dapat memeberikan pelayanan dan pendampingan hukum yang terkait dengan berbagai masalah terutama di masyarakat melalui program Jaksa Pengacara Negara Bina Desa,”Kata Sugeng penuh semangat.

Ia juga mengingatkan agar para kepala Desa tetap beritikad baik dalam pengelolaan pemerintahan Desa terutama dalam mengelola Dana Desa dan bantuan keuangan lainnya supaya tidak berurusan dengan hukum.

“Silahkan kita niatkan dengan lurus-lurus saja agar semuanya lancar dan selamat,”ungkapnya.

BID ini juga menghadirkan narahubung, Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi, serta dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Aji Sukarmaji, Kepala Dinas Kominfo, Muksin, dan Camat Samarang, Neneng Martiana.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: