Cakrawala News
Portal Berita Online

Wabah Pandemi Mempercepat Era Dunia Digital Di Indonesia

0 172

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Wabah pandemi covid 19 ternyata memberikan dampak positif terhadap penerapan tehnologi informasi di Indonesia. Pandemi ternyata juga mempercepat era dunia digital di Indonesia.

” Percepatan dunia digital ini harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan bekreasi. Bukan menjadi wadah untuk merumpi dan ajang hiburan tak produktif,” ungkap anggota Komisi I DPR RI Sukamta Sabtu (25/9),

Sukamta menjelaskan masalah tersebut saat berbicara dalam seminar daring bertajuk ‘Pengembangan Kewirausahaan pada Masa Pandemi; Digital Marketing &Branding’ yang diselenggarakan Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo).
Lebih lanjut Sukmta  menerangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 yang mencatat bahwa milenial usia 19-34 tahun yang menjadi wirasusahawan mampu memberikan penghasilan total senilai Rp 11,2 triliun.
“Dengan adanya pandemi,  proses masuk dunia digital mengalami percepatan yang luar biasa. Bisnis di dunia digital semakin banyak dan meluas, termasuk sekolah yang dulunya offline dipaksa online. Kita berharap teknologi informasi ini bisa dioptimalkan untuk kewirausahaan,” ujar Sukamta,
“Sekarang, semua orang harus beradaptasi dan dipaksa hidup dalam dunia digital. Siapa yang bisa bertahan dan bisa menyesuaikan makan akan tetap eksis.  Anak-anak muda jaman sekarang mau tak mau harus bertahan dan terus berkembang,”  terang Sukamta yang hadir bersama dengan Ketua Dewan Pakar ISKI yang juga Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis serta pebisnis muda Anom Adi Nugraha.
Sukamta menambahkan   dunia digital sangat kejam. Di sana seolah-olah berlaku hukum alam, hukum besi bahkan diktator.
“Mereka yang sudah masuk pasar digital sepertinya sulit mundur lagi ke dunia analog. Boleh jadi bisa bertahan hidup tetapi kemungkinan berkembang kecil,” katanya
Semakin banyaknya generasi dan wirausaha muda masuk dalam dunia digital di empat tahun terakhir ini sangat disyukuri oleh Sukamta.
Sementara itu, narasumber lainnya,  Yuliandre Darwis mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital untuk marketing idealnya disertai riset serta konten yang menarik dan dipercaya.
 ” Sering terjadi konten dibuat dengan judul menarik tetapi begitu dibuka tidak ada apa-apanya, maka otomatis akan ditinggalkan,” ungkap Yuliandre. ( Okta/ Santosa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.