Cakrawala News
Portal Berita Online

Viral Video Tabrak Lari Truk Pertamina, Sopir dan Kernet Ditangkap Polisi

0 222

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Polisi menangkap Sutopo (51), warga Dusun Kranggan Desa Nambaan RT/RW 04/03 Kecamatan Ngasem – Kabupaten Kediri, sopir truck trailler tangki pertamina Nopol AG 9821 UV, pelaku tabrak lari pria tanpa identitas (Mr. X), di Jalan Surabaya-Madiun, Desa Sumberbening Kecamatan Balarejo – Kabupaten Madiun.

Kapolres Madiun AKBP R. Bagoes Wibisono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu 21 November 2020 sekira pukul 19.30 WIB. Bahkan rekaman video kejadian tragis, pria duduk bersila ditengah jalan saat hujan deras, tertabrak dan terseret truk tangki Pertamina berdurasi 7 detik itu, sempat viral di jagad media sosial Facebook.

Kemudian Minggu pagi 22 November 2020, penyidik mendatangi Depo Pertamina Madiun, untuk memperoleh keterangan terkait identitas kendaraan truck trailler Pertamina penabrak Mr. X. Ini berdasar keterangan saksi di lokasi kejadian yang menyebutkan, bahwa jenis kendaraan penabrak adalah truk trailler Pertamina namun belum diketahui Nopol nya.

“Hasil investigasi dan penelusuran yang dilakukan Satlantas Polres Madiun, didapatkan dua nama tersangka yaitu Sutopo merupakan sopir truk dan Bagus sebagai kernet. Penangkapan dilakukan di daerah Kediri,” ungkap Kapolres.

Kapolres Madiun, AKBP R. Bagoes Wibisono didampingi Wakapolres Madiun Kompol Ahmad Faisol Amir, saat pers rilis ungkap kasus tabrak lari truk trailler tangki Pertamina di Madiun

Kapolres menambahkan, pihaknya masih melakukan pengembangan, tentang kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Karena menurutnya, dari pihak Pertamina juga sempat melakukan upaya menghilangkan barang bukti, yakni dengan melakukan pengecatan ulang bumper truk yang rusak akibat peristiwa tabrak lari tersebut.

“Kita akan lakukan pengembangan penyelidikan tentang kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, karena dari pihak Pertamina sempat berupaya menghilangkan bukti dengan melakukan pengecatan ulang bumper truk,” jelas Bagoes.

Sementara menurut pengakuan tersangka Sutopo, pada saat kejadian, cuaca sedang hujan deras, dan dirinya tidak menyadari bahwa ada laki-laki duduk bersila ditengah jalan dan telah ditabraknya. Tersangka justru mengetahui jika dirinya telah menabrak seseorang dari telepon yang memberitahukan kabar viral tersebut.

“Kondisinya saat itu hujan deras dan saya tidak sadar sudah menabrak orang. Saya dikasih tahu kalau saya sudah nabrak orang, dari telepon yang memberitahukan kejadian itu,” kata Sutopo.

Korban tabrak lari yang masih belum diketahui identitasnya ini dinyatakan meninggal dunia pada Minggu 22 November 2020 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, setelah mendapatkan perawatan. Dan atas kelalaian tersangka ini, tersangka bakal dijerat Pasal 312 UU RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, dengan ancaman hukuman paling lama tiga tahun penjara dan atau denda senilai 75 juta rupiah.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.