Cakrawala News
Portal Berita Online

Viral, Video Pedagang Vs Bupati Sukoharjo Soal Penutupan Jam Operasional Dimasa PPKM

0 101

 

Sukoharjo Cakrawala.Co,-Penerapan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mendapatkan penentangan dari sebagian besar pedagang.Terutama untuk pedagang kaki lima (PKL) yang mulai membuka lapaknya malam hari. Mereka tidak terima jam operasional dibatasi hanya hingga sampai pukul 19.00 WIB. Padahal mereka baru membuka Lapaknya mulai pukul 17.00 atau 18.00 WIB.Pedagang sampai adu mulut dengan petugas gabungan dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.Kejadian tersebut terekam dalam video dan saat ini viral di media sosial.

 

 

 

Video Viral Pedagang Kaki Lima Vs Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya lantaran dipaksa tutup di saat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) di Sukoharjo saat ini banyak menyebar di media sosial (medsos).Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (13/01/21) malam di Marki Food Center di daerah Dompilan, Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

ads bukopin

Dalam video itu terlihat Wardoyo tengah melakukan razia bersama tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka menemukan sebuah warung makan yang melanggar jam operasional selama PPKM. dalam vedeo tersebut kursi kursi di warung juga tampak sudah dibalik diatas meja.

Wardoyo dan timnya lantas menegur pedagang tersebut.Pedagangpun tampak memprotes kebijakan bupati dengan teriakan. Pedagang itu juga menentang dengan mengatakan tidak takut dengan petugas.

“Saya tidak takut manusia, nek (kalau) aku lapar sopo sing (siapa yang) tanggung jawab,” ujar salah satu pedagang.

Pria dalam video tersebut memilih tetap berjualan untuk mempertahankan hidup, meski melanggar ketentuan PPKM yang membatasi jam operasional warung makan hingga maksimal pukul 19.00 WIB.

Ia juga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial selama pandemi Covid-19. Dia beberapa kali menumpahkan kemarahannya dengan memukul meja dengan alat masaknya.

Sementara itu Wardoyo terlihat beberapa kali membalas kata-kata pedagang dengan nada tinggi. “Ini soal aturan,” ucapnya kencang.

Vedeo lainya yang masih berkaitan salah satu perempuan mengeluhkan sepinya warung. Dia mengaku kambing sembelihannya tak habis karena sepi pembeli.

“Aku mbeleh wedus, rong dino ra entek. Anakku mangan opo (Saya menyembelih kambing, dua hari tidak habis. Anak saya makan apa),” kata perempuan itu dalam video yang viral.

 

Sementara Wardoyo sempat diminta oleh seorang pria lain dari warung itu agar merevisi aturan. Namun Wardoyo tidak terima dan menganggap orang tersebut mengatur pemerintahan. “Lho kok kamu wani (berani) ngatur pemerintah ki apa,” kata Wardoyo sambil menunjuk pria itu.

 

Pada momen lain, Wardoyo juga melarang orang di lokasi itu memfoto atau memvideokannya. Wardoyo bahkan sampai mendatangi dan membentak orang yang memfoto dengan ponselnya.

Pada video lain, tampak situasi jalan yang diduga masih berada di kawasan warung. Di situ, para pedagang itu berteriak-teriak memprotes Wardoyo yang melakukan penutupan.

Dihubungi wartawan,Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo,membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Satpol PP sudah setiap malam meminta warung itu tutup.

Heru menegaskan pihaknya hanya menjalankan fungsi pemerintahan. Dia bertindak sesuai regulasi yang ada. “Ya pemerintah itu kan berkewajiban melindungi masyarakat dari ancaman penyakit dan kita sudah ada regulasinya untuk itu. Maka Satpol PP selaku penegak Perda berkewajiban menegakkan regulasi yang sudah ada,” pungkasnya.(AgB)

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.