Cakrawala News
Portal Berita Online

Viral Mahasiswi UNP Bantah Dilarikan Dukun, Keluarga Menduga Dipaksa

0 976

Padang, Cakrawala.co, – Kasus dugaan seorang mahasiswi Universitas negeri Padang berinisial V asal Lengayang Pesisir Selatan yang diduga dibawa kabur seorang dukun bernama Candra terus memantik perhatian publik. Belakangan V muncul memberi klarifikasi melalui media sosial. Ia membantah telah dilarikan dukun.

Pihak keluarga V membenarkan sosok di dalam video yang beredar tersebut. Namun pihak keluarga menduga V memberikan keterangan dalam keadaan terpaksa.

“Seperti terpaksa bicaranya. Bisa dilihat kan, kalau tidak diancam tidak mungkin seperti itu (bicaranya),” sebut kakak korban F, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (21/7/2021).

ads harlah pkb

Menurut F video tersebut belum diperlihatkan kepada orang tuanya, karena ia khawatir orang tuanya akan drop mendapat informasi tersebut.

Sebelumnya diberitakan V (22), mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) yang dilaporkan dibawa kabur oleh dukun bernama Candra saat sedang kuliah kerja nyata (KKN) di Kampung Tampuniek, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan akhirnya muncul memberi klarifikasi melalui media sosial.

V membantah telah dibawa kabur. Ia menyatakan kepergiannya bersama sang dukun didasari oleh keinginan sendiri.

“Saya pergi dari rumah atas keinginan sendiri dan rencana kami berdua,” kata V dilihat Sumbarkita.id dari video yang beredar di Grup WhatApps, Rabu (21/7/2021).

Ia menegaskan sama sekali tidak merasa dibawa kabur dibawah pengaruh hipnotis sang dukun, seperti informasi yang beredar selama ini.

“Semua (informasi) itu bohong,” tegas dia.

Ia menyatakan telah lama menjalin hubungan tanpa diketahui orang lain, termasuk keluarganya sendiri.

Dalam video itu Ia mengaku saling menyayangi, dan telah melaksanakan akad nikah di Kayu Aro Kerinci pada 14 Juli 2021.

Diketahui, V dilaporkan hilang dan diduga dibawa kabur oleh Candra seorang dukun di Koto Rawang Nagari Lakitan Timur Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan. V saat dilaporkan hilang tengah KKN di kampung Tampunik pada Selasa (13/7/2021).

“V tidak kunjung pulang sejak pergi KKN. Ketika dihubungi, nomor kontaknya sudah tidak aktif. Diduga dibawa kabur dengan bujukan,” kata salah seorang saudara V kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).

Atas kejadian itu, pihak keluarga V kemudian melapor ke Polsek Lengayang Pesisir Selatan. (dj/sk/ind)

Leave A Reply

Your email address will not be published.