Cakrawala News
Portal Berita Online

Viral Diduga Jualan Bakso Daging Tikus, Uji Laboratorium Hasilnya Negatif

0 60

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Kepolisian Resor (Polres) Madiun menggelar Pers Rilis, kasus berita viral tentang dugaan bakso menggunakan daging tikus di desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng – Kabupaten Madiun, yang sempat menghebohkan warganet beberapa hari terakhir, di Pendopo Polres Madiun, Jum’at 31 Januari 2020.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan, awal berita viral ini pada 25 Januari 2020. Ketika Ajeng dan Dila, keduanya warga Kedungmaron Pilangkenceng – Kabupaten Madiun, membeli bakso, di kedai milik sugeng, 2 mangkok makan ditempat dan 1 porsi dibawa pulang. Pada saat makan bakso tersebut Ajeng menemukan secuil daging hitam menyerupai kaki tikus.

“Kemudian ia membawa daging tersebut pulang. Sampai dirumah, ia browsing tentang kaki tikus, dan dari hasil pencarian tersebut ada kemiripan dengan yang ada di baksonya,” ungkap Kapolres.

ads bukopin

Selanjutnya Polres Madiun bergerak cepat melakukan penyelidikan, untuk menghindari kegaduhan di masyarakat perihal beredarnya kabar bakso tikus ini, dengan mengambil sampel bakso dari Sugeng penjual bakso, Ajeng pembeli bakso dan Agus pemasok bakso dari saradan. Kemudian sampel tersebut di uji di laboratorium veteriner Kabupaten Boyolali – Jawa Tengah.

“Hasil uji laboratorium dipastikan bahwa ketiga sample bakso, hasilnya negatif daging tikus. Bahkan kandungan daging tikus, borak maupun formalin negative semua. Kemudian dibandingkan dengan struktur kaki tikus, ada 3 hal yanh membedakan yaitu tidak terdapat kuku, tidak terdapat telapak dan tidak ada tulang,” AKBP Ruruh.

Kapolres berharap kepada masyarakat untuk lebih bijak bersosial media. Artinya, jika ada kecurigaan mengenai sesuatu hal, jangan langsung di posting di media sosial yang dapat berakibat kepada opini publik. Ia mengimbau masyarakat untuk melapor kepada petugas, dalam hal ini kepolisian, agar mendapat penanganan yang tepat dan tidak merugikan banyak pihak.

Sementara itu, Sugeng si penjual bakso mengaku semenjak beredarnya berita viral dugaan bakso daging tikus yang dijualnya, omzetnya menurun drastis. Jika biasanya dalam 1 hari bisa mencapai 1 hingga 2 juta rupiah, sejak isu bakso daging tikus ini viral, Sugeng hanya menerima 15 ribu rupiah sehari. Ia mengucapkan terimakasih kepada pihak Kepolisian Polres Madiun, yang telah membantu membuktikan bahwa kabar bakso daging tikus yang ia jual selama ini adalah tidak benar.

“Soal ganti rugi, saya tidak minta. Saya hanya berharap setelah masalah ini jelas, omzet saya bisa kembali normal,” harapnya.

Di kesempatan yang sama Ajeng, si pembeli bakso hadir dalam pers rilis, serta menyampaikan permintaan maaf kepada Sugeng, karena telah dirugikan, dan permintaan maaf kepada warga Madiun, yang telah dibuat resah atas postingan video viral dugaan bakso tikus yang dibuatnya. Ditanya apakah ia menyesal atas perbuatan yang dilakukannya, Ajeng hanya membela diri dengan mengatakan bahwa postingannya hanya bersifat mengingatkan teman – temannya untuk berhati – hati dalam membeli makanan.

“Ya ada menyesal ada enggak nya, karena saya sebagai konsumen menemukan begitu ya saya curiga. Wong saya juga browsing di internet terlebih dahulu, dan hasilnya memang mirip seperti kaki tikus,” kata Ajeng.

Usai memberikan keterangan pers kepada awak media, keduanya sepakat berdamai dan Ajeng berjanji akan membantu untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa isu tentang bakso daging tikus yang dijual sugeng, adalah tidak benar*(Ayu/Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.