Cakrawala News
Portal Berita Online

Video Viral Penghancuran HP, Ini Yang Terjadi

PONOROGO, CAKRAWALA.CO – Sebuah video yang mematangkan penghancuran Handphone (HP) menggunakan palu, viral di media sosial. Video itu menunjukkan HP milik siswa dikumpulkan lalu dihancurkan oleh 2 orang guru. Sedangkan para siswa menyaksikan proses penghancuran tersebut.

Lokasi di video tersebut ternyata adalah di Pondok Pesantren ‘Wali Songo’ Ngabar, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Apa yang sebenarnya terjadi? Ini penjelasan pihak pondok pesantren lewat akun media sosialnya.

Menurut Humas Biro Sekretariat Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar, pemecahan HP tersebut terjadi pada Sabtu, 22 Juni 2019. HP yang dipecahkan adalah barang sitaan dari santri yang menurut aturan dilarang membawa HP karena bisa menggangu proses pendidikan di pesantren.

“Tindakan pemecahan HP tersebut sudah sesuai berdasarkan Pedoman Peraturan Santri Pasal 9 No.1-4 dan didukung dengan Surat Pernyataan calon santri dan calon orang tua/wali yang akan mendaftar di Pondok Ngabar,” kata Humas Ponpes Ngabar dalam klarifikasi melalui akun Instagram @ngabarexcellent, Senin (24/6/2019).

Humas Ponpes Ngabar menjelaskan bahwa pengrusakan HP di depan santri itu untuk memberikan edukasi efek jera.“Pengrusakan barang-barang terlarang yang disita pihak pesantren di depan santri, untuk memberikan edukasi efek jera dan menegaskan bahwa pihak pesantren tidak mengambil manfaat materiil dari barang tersebut,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Humas Ponpes Ngabar juga menjelaskan bahwa penyebaran video itu tidak dilakukan secara resmi oleh Humas. Kendati demikian, Pesantren menerima saran dan masukan konstruktif tentang HP “ilegal” untuk dijadikan pertimbangan di masa mendatang.

Netizen pun menanggapi pengrusakan ini dengan beragam. Ada yang setuju dan ada pula yang menuangkan.

Yang setuju menilai, tindakan pengurus pesantren adalah tindakan edukatif untuk pendisiplinan santri agar tidak mengulangi lagi kedepannya.

Sementara yang tidak sependapat beralasan, HP ibarat pisau bermata dua. Ada sisi negatif dan positif tergantung penggunanya. “Jadi yang salah bukan HP-nya. Sayang jika dihancurkan.,” tulis salah seorang warganet. (Zen)

%d bloggers like this: