Cakrawala News
Portal Berita Online

Video Viral Pencuri HP Diamankan Warga, Ini Klarifikasi Humas Polres Tulungagung

0 236

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – Video viral yang beredar terkait dugaan pencuri HP yang diamankan warga di kebun tebu di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung beberapa waktu yang lalu mendapat klarifikasi pihak Kepolisian.

Kapolsek Boyolangu AKP Sukirno SH Melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko, S.H., menjelaskan, terduga pelaku pencurian HP yakni seorang pria berinisial T (46) warga Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

“Pria ini sudah 5 tahun mengalami gangguan jiwa. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa dan keluarga T saat ditemui Kanit Reskrim Polsek Boyolangu Aiptu Totok bersama anggotanya,” terang Iptu Nenny, Senin (22/11/2021).

Lanjutnya, Kades Karangrejo dan keluarga pria tersebut juga mengatakan bahwa T memiliki kebiasaan mengambil dan menaiki sepeda pancal maupun sepeda motor milik orang lain tanpa ijin lalu diletakkan di sembarang tempat dan ditinggalkan begitu saja.

“Video yang beredar tersebut bukanlah pencurian HP. Tetapi karena T membawa sepeda motor orang lain tanpa ijin dan meninggalkannya tidak jauh dari lokasi kejadian. Sepeda motor yang dibawa T juga sudah dibawa pemiliknya. Kejadian tersebut sebenarnya terjadi sekitar sebulan lalu (Oktober), bukan seperti yang beredar di media sosial,” terang Kasi Humas Polres Tulungagung.

Untuk memastikan kondisi kejiwaannya, Polsek Boyolangu kemudian meminta keterangan dari Puskesmas Desa Beji. Dan ternyata benar bahwa T sedang dalam perawatan dan mendapatkan obat dari Dokter Puskesmas Desa Beji.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membawanya berobat ke rumah sakit jiwa yang ada di Malang,” tambahnya.

“Tentunya sesuai Pasal 44 KUHP, terhadap T tidak dapat dilakukan penahanan dikarenakan mengalami sakit gangguan jiwa karena apa yang dilakukannya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Nenny.

Selain menjelaskan perihal video yang viral tersebut, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan main hakim sendiri terhadap siapapun, meskipun melakukan tindak pidana.

Nenny meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan hal-hal negatif yang beredar melalui media sosial.

“Lebih baik melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke pihak kepolisian agar mendapatkan informasi yang sebenarnya terjadi sehingga tidak menjadi salah tafsir,” pungkasnya. (NN95 – HUM RESTU/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.