Cakrawala News
Portal Berita Online

Ustadz Abdul Somad Ditolak Masuk Hongkong Karena Diduga Teroris

32

JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Ustadz Abdul Somad dilarang masuk Hongkong karena diduga terkait dengan terorisme. Pasalnya ketika digeledah dompetnya ada kartu anggota yang bertuliskan Arab. Pihak Imigrasi menaruh curiga dengan tulisan Arab yang biasa dimiliki para teroris.

Berikut kronologinya ketika Ustadz Abdul Somad sampai di Bandara.

Kejadian bermula ketika Abdul Somad dan rombongan mendarat di Hongkong Sabtu sore (23/12/2017) sekitar pukul 16.00 waktu setempat (atau pukul 15:00 WIB). Setelah keluar pintu pesawat sudah ada beberapa orang petugas menghadang mereka.

ads bukopin

Abdul Somad yang dipisahkan dari rombongan kemudian dibawa ke sebuah ruangan di bandara. Di situ, petugas menginterogasinya dengan banyak pertanyaan. Termasuk keterkaitan dengan sebuah ormas.

“Gaya dia (petugas) lihat kartu-kartu nama di HP saya salah satunya nama itu kan Rabbitoh Habbaral Baitul Alawiyyin karena lambang bintang, ini yang lama ditanyain, kayaknya mereka curiga kita teroris,” papar Abdul Somad.

Namun hal itu dibantahnya langsung. Penceramah asal Pekanbaru ini menegaskan bahwa dirinya tidak ada keterkaitan apapun dengan politik maupun ormas.

“Saya bilang saya seorang dosen, kemudian saya sebutkan satu-satu universitas tempat saya mengajar,” lanjut Abdul Somad.

Penggeledahan berlangsung kurang lebih 45 menit. Setelah selesai digeledah, petugas tersebut langsung mengantar kembali Abdul Somad ke dalam pesawat yang ditumpanginya saat datang ke Hongkong.

“Saya tanya kenapa? Dia bilang kita belum bisa memberi izin untuk masuk tanpa menyebut alasan,” ujar Ustadz.

Berikut klarifikasi lengkap dari Ustad Abdul Somad tentang insiden di Bandara Internasional Hongkong melalui laman akun Facebook-nya:

1. Saya sampai di Hongkong pukul 15.00 WIB (jam tangan belum saya ubah).

2. Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah; saya, Sdr. Dayat dan Sdr. Nawir.

3. Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang ada. Diantara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab.

4. Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya.

5. Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta.

Ustad Abdul Somad kemudian berpesan agar sahabat-sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan da’wah. Meski banyak kejadian di luar harapan.

“Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hongkong,” pungkasnya.[rmol/fur)

Comments are closed.