Cakrawala News
Portal Berita Online

Usai Dilantik, Walikota Blitar Secepatnya Gelar Rakor Agar Bisa Tune

0 310

BLITAR – CAKRAWALA.CO – Hari ini, Jum’at (26/2/2021) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melantik 17 Kepala Daerah terpilih di Gedung Grahadi Surabaya dengan menerapkan format baku melalui Hybrid yang terbagi dalam 3 sesi.

Walikota dan Wakil Walikota Blitar terpilih, Santoso – Tjutjuk Sunario dilantik pada sesi kedua pada pukul 13.30 WIB bersama 6 Kepala Daerah, diantaranya Kabupaten Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto.

Walikota Blitar Santoso beserta istri dan wakilnya Tjutjuk Sunario (dok).

Pelantikan tersebut dibagi menjadi beberapa sesi, Santoso – Tjutjuk tergabung dalam sesi 2 yang digelar pukul 13.30 WIB. Pelantikan Walikota Blitar satu rombongan dengan pelantikan kepala daerah lain pemenang Pilkada Serentak 2020 diantaranya dari Kabupaten Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto.

Pejabat Sekretaris Daerah Kota Blitar, Hermansyah Permadi beserta tamu undangan yang lain menyaksikan prosesi pelantikan itu melaui virtual, diantaranya Jajaran Forkopimda, Ketua dan Wakil DPRD, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah, Ketua LDII, Ketua MUI, Ketua FKUB, Jajaran Ketua Partai dan tokoh masyarakat.

“Hari ini kita semua menyaksikan pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih. Semoga kedua pemimpin kita amanah segera menjalankan program-programnya menuju kesejahteraan masyarakat. Tentunya kita melakukan harmonisasi. Yang jelas, beliau berdua merupakan satu kesatuan,” kata Hermansyah.

Dihubungi terpisah usai dilantik, Walikota Santoso mengucapkan rasa syukur pelantikan berjalan lancar. Ia pun mengucapkan terima kasih partai kepada pendukung, relawan dan pendukung serta masyarakat Kota Blitar yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka berdua.

“Besok Senin (1/3/2021), kita akan langsung menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Lurah se-Kota Blitar guna menyatukan persepsi, menyatukan visi misi yang saya sampaikan saat kampanye lalu”, terang Santoso.

“Nantinya diharapkan semuanya tahu persis apa yang akan saya jalankan dan yang akan saya capai, karena prinsipnya itu merupakan kontrak politik. Jangan sampai nanti karena tidak memahami visi misi saya, sehingga di lapangan “tidak tune” (tidak seragam). Untuk itu harus disamakan dulu dan bisa mengerucut dan akhirnya bisa kita lakukan dengan maksimal,” tandasnya. (ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.