Cakrawala News
Portal Berita Online

Usaha Minyak Daun Cengkeh Subang Terkendala Teknologi

SUBANG, JABAR, CAKRAWALA.CO – Tanaman cengkeh banyak tumbuh subur di wilayah selatan Kabupaten Subang, Jawa Barat. Selain dimanfaatkan buah dan tangkainya, daun cengkeh yang dianggap sampah dan banyak jatuh berserakan, ternyata juga menghasilkan nilai ekonomis dengan menyulingnya menjadi minyak atsiri.

Seperti di wilayah Kecamatan Sagala Herang, Subang. Daun cengkeh yang sekilas seperti sampah, ternyata mempunyai nilai ekonomis, setelah dilakukan penyulingan secara tradisional.

Salah satunya adalah usaha penyulingan daun cengkeh tradisional di Desa Cicadas, Kecamatan Sagala Herang. Untuk satu tungku penyulingan, setidaknya bisa dimasukan sebanyak empat kwintal daun cengkeh kering yang akan menghasilkan antara lima belas hingga dua puluh kilogram minyak cengkeh.

Proses penyulingan dalam tungku tradisional ini, memakan waktu antara enam hingga delapan jam. Sayangnya, seiring dengan datangnya musim penghujan, proses penyulingan mengalami penurunan dalam hal mutu maupun harga jual minyak cengkeh.

Ahmad Syafei, Pengolah Daun Cengkeh mengatakan musim penghujan bisa mengganggu kualitas minyak atsiri produksinya. “Harga jualnya bisa turun, karena kualitasnya juga turun,” ungkapnya, Rabu (11/10/2017).

Untuk satu kilogram minyak cengkeh hasil penyulingan, biasa dilepas ke pengepul dengan harga antara Rp.100 ribu, hingga Rp. 150 ribu.

Meski permintaan akan minyak atsiri dari daun cengkeh ini relatif tinggi, namun para pengrajin mengaku tak bisa memenuhi permintaan, akibat minimnya dana dan teknologi yang digunakan.

Para pembuat minyak daun cengkeh berharap adanya perhatian dari pemerintah, agar usaha penyulingan lebih maju dan memenuhi pasar, yang besar. (Zen)

%d bloggers like this: