Cakrawala News
Portal Berita Online

Upaya Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masjid, DKM Al Haq Gelar Talk Show Manajemen Keuangan Masjid

0 159

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – Sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masjid, Dewan Kehormatan Masjid (DKM) Al Haq Perumahan Rungkut Mapan Barat (RMB) Surabaya menggelar Talk Show Interaktif dengan mengangkat tema ‘Membuka Rahasia Dapur Manajemen Keuangan Masjid Jogokaryan’, Sabtu (18/9/2021) malam.

Talk show itu diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat di Masjid Al Haq di samping lapangan barat Perumahan Rungkut Permai, Rungkut Mapan Barat, Kel. Rungkut, Kec. Gununganyar, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan bertajuk kemandirian ekonomi masjid itu diisi langsung oleh Ustadz H.M. Muhammad Jazir, Asp selaku penggagas dan penggerak manajemen keuangan masjid Jogokaryan, Yogyakarta.

Pembina DKM Al Haq, Wahyu P. Kuswanda menyampaikan, DKM Al-Haq dirasa perlu belajar dari Masjid Jogokariyan. Mengingat, prestasi Masjid Jogokariyan dalam pengelolaan keuangan masjid telah menjadi referensi masjid-masjid di Indonesia.

“Manajemen keuangan Masjid Jogokariyan sudah kondang seantero Nusantara. Kami DKM Al-Haq ingin belajar dari Masjid Jogokariyan”, kata Wahyu P. Kuswanda, Sabtu (18/9/2021).

Ia menambahkan, kegiatan Masjid Jogokariyan selama pandemi Covid-19 sangat menginspirasi. Masjid Jogokariyan memproduksi masker, hazmat dan cairan disinfektan yang selanjutnya dibagikan kepada masjid-masjid di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Masjid Jogokariyan juga membina UMKM dan menciptakan pasarnya dengan menyelenggarakan Pasar Rakyat. Bahkan, sekarang ini Masjid Jogokariyan telah menjadi distinasi wisata masjid yang selalu ramai didatangi wisatawan religi dari berbagai daerah di Indonesia,” jelas pria yang pernah menjadi Ketua RW 08 Perumahan Rungkut Mapan Barat tahun 2015 – 2019 itu.

Sementara Ustadz Jazir menuturkan, manajemen keuangan masjid dipandang perlu untuk menguatkan perekonomian masjid. Sehingga masjid tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat menajemen perekonomian bagi jemaah. Selain itu, masjid juga bisa hadir dalam sektor sosial dan pendidikan.

“Sehingga keberadaan masjid itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, ketika masyarakat merasa dimakmurkan oleh masjid, secara tidak langsung masyarakat juga akan memakmurkan masjid,” tutur Ustadz Jazir usai menyampaikan talk show.

Lebih jauh, Ustadz Jazir menjelaskan, kota Surabaya sebagai kota industri terbesar setelah Ibu kota Jakarta sangat berpotensi dalam pengembangan kemandirian ekonomi masjid. Apalagi, dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia itu sangat mendukung terhadap peningkatan kemakmuran masjid.

“Saya kira Surabaya ini sangat berpotensi sekali ketimbang di Yogyakarta. Apalagi Surabaya dengan potensi industrinya yang besar, tentunya sangat mendukung bagi kemakmuran masyarakat yang nantinya dapat berdampak pada kemakmuran masjid,” tandasnya. (Gibran)

Leave A Reply

Your email address will not be published.