Upacara HUT RI Ala Seniman Yogyakarta di Kawasan Bukit Watulumbung Parangtritis

JOGAJAKARTA CAKRAWALA.CO ,-  Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 74 diperingati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak terkecuali sebagian seniman Yogyakarta yang menggelar upacara Peringatan HUT RI ke 74 di kawasan hutan di bukit watulumbung Parangtritis Bantul Yogyakarta.

Acara yang digagas oleh pendiri Kampung edukasi Watulumbung Muhammad Boy Rifai ini diikuti puluhan seniman senior Yogyakarta. Diantaranya Seniman patung yang 17 karyanya diresmikan Presiden Republik Indonesia, Yusman, Aktor Senior Liek Suyanto, seniman teater Meritz hendra dan masih banyak lagi seniman Yogyakarta. Selain para Seniman , nampak ikut bergabung adalah komunitas Surfing Indonesia yang sedang berada di Yogyakarta turut memeriahkan peringatan HUT RI di alam terbuka di kawasan hutan di bukit Watulumbung, parangtritis Bantul Yogyakarta.

Seniman patung Yusman menyerahkan Patung garuda setinggi 3 meter untuk kampung edukasi Watulumbung Parangtritis Bantul Yogyakarta, usai upacara 17 Agustus, foto okta

Lokasi upacara dihiasi kain Merah Putih yang membentang di sekitar arena yang hanya dikaitkan diantara bambu – ambu yang ada. Di pingu masuk dipasang hasil lukisan seniman Yogyakarta, yakni lukisan Jokowi bersama Prabowo yang tengah berjabat tangan yang melambangkan dua calon presiden yang kemarin bertarung di pilpres dan membuat suasana politik sempat memanas sudah bersatu untuk membangun bangsa dan negara Indonesia.

” lukisan jokowi yang berjabat tangan dengan Prabowo sengaja dibuat untuk upacara para seniman dan dipasang di pintu masuk. Hal ini dengan tujuan bahwa kita harus bersatu lagi kerja nyata untuk negara,” ujar M Boy Rifai, penggagas acara yang juga pendidi Kampung edukasi Watulumbung, Sabtu ( !&/8/2019)

Suasana upacara yang sederhana namun penuh khitmad dan penuh dengan pergelaran seni. Diantaranya, ketika menyanyikan Lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Penyanyi Picuk Asmarasiwi dengan Iringan musik gitar dari Kustolo. Kemudian di tengah upacara diisi dengan pembacaan puisi oleh Yani Saptohudoyo.

Yang tak Kalah menariknya adalah penampilan monolog Aktor senior yang sudah membintangi puluhan film layar lebar. Liek Suyanto beraksi monolog dengan diringi lagu Kebyar – Kebyar yang dinyanyikan oleh Picuk asmarasiwi dan diiringi gitar Kustolo. Semua perhelatan seni ditampilkan di acara ini. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi secara bergantian oleh seluruh peserta upacara.

” inilah upacaranya para seniman, sangat berbeda dengan upacara – upacara pada umumnya yang resmi. Namun demikian tidak mengurangi makna yang ada. Saya sangat senang sekali mengikuti acara ini,” ungkap Yusman, seniman Patung asal Padang.

Puncaknya adalah penyerahan patung Garuda karya Pematung Yusman yang akan di pasang di kawasan kampung edukasi Watulumbung, Parangtritis. Patung Garuda setinggi 3 meter ini merupakan patung kedua dari Yusman. Patung pertama terbuat dari perunggu berada di Istana Negara. Diharapkan Patung Garuda dari Fiber tersebut mampu mewarnai suasana KAmpunG edukasi Watulumbung yang berada di bukit Parangtritis Bantul Yogyakarta.***(Okta/ Santosa )

Facebook Comments
%d bloggers like this: