Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Upacara Hari Guru Batal, Wagub Kaltara Naik Pitam

0

TANJUNG SELOR-KALTARA, CAKRAWALA.CO,-  Ketidak-akuran antara Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dengan wakilnya Udin Hianggio mencapai puncaknya Senin pagi (27/11/2017), ketika hendak digelar upacara hari guru (HUT PGRI ke-72) di Tanjung Selor Kaltara.

Upacara tanpa dihadiri Gubernur, namun yang masuk ke tribun sebagai inspektur upacara adalah Sekretaris Provinsi bernama Badrun, yang juga calon walikota. Lalu Wakil Gubernur Udin Hianggio pun bangkit dan mengambil mike marah-marah karena merasa tidak dihargai. Mestinya Gubernur irianto menunjuk wakilnya sebagai Irup, namun malah menunjuk Sekprov.

Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Basiran, akibat adanya insiden itu upacara yang sudah dihadiri sekitar 1500 orang dari berbagai elemen masyarakt terutama guru dan anak didik, akhirnya dibatalkan.

 

“Saudara (Badrun) ini pejabat macam apa, baru mau jadi calon walikota sudah seenaknya melangkahi saya, pokoknya upacara dilaksanakan dan saya yang menjadi irup,” kata Udin Hianggio seperti terlihat dalam video yang viral dan tersiar juga di Youtube.

Setelah itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono langsung mengambil pengeras suara MC dan memberikan pengumuman kepada peserta upacara bahwa upacara ditunda sampai batas waktu yang ditentukan.

Mendengar hal ini, wagub tidak menerima dan langsung menghampiri kadis pendidikan dan melayangkan tangan kiri tepat ke arah wajah sebelah kanan kadis pendidikan dan dibalas oleh kadis pendidikan ke arah wajah wagub namun mengenai bahu sebelah kanan wagub, karena ditarik oleh satpol PP.

Kadis pendidikan lalu ditarik oleh Pol PP dibawa ke kantor gubernur untuk ditenangkan.

“Sementara itu Wagub masih tetap memegang mic dan menyampaikan beberapa hal yaitu, kekuasaan itu dari Allah, kita sabar saja, ini contoh pemimpin yang tidak patut diteladani, pemimpin yang memberikan surat teguran hingga sampai ke Presiden (menyingung Gubernur Kaltara Irianto Lambrie). Saya dulu pernah wali kota dan punya wakil namun tidak pernah menganggap wakil saya bawahan, saya menganggap wakil saya sebagai mitra,” urainya menirukan ucapan Wagub.

Pukul 08.40 Wita peserta upacara membubarkan diri, dan upacara benar-benar batal. (fur)

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: