Cakrawala News
Portal Berita Online

Undip Gelar KKN Tematik di Kampung Seni Budaya Jurang Belimbing

SEMARANG, CAKRAWALA.CO – Universitas Diponegoro, Semarang, menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Seni Budaya, di Kampung Jurang Belimbing, Tembalang, Kota Semarang. KKN Tematik Seni Budaya diikuti sebanyak 32 mahasiswa dari berbagai Fakultas di Undip dan berlangsung selama 40 hari dari 26 Desember 2019 hingga 8 Februari 2020 mendatang.

“Program KKN Tematik di kampung Jurang Blimbing ini sudah masuk tahun ketiga sebagai wujud pengabdian masyarakat Undip, khususnya dalam mengembangkan seni budaya tradisional” kata Triyono, SH. M.Kn, dosen pembimbing KKN, saat menghadiri penyambutan Tim KKN Tematik Undip di Balai RW Jurang Belimbing, kamis malam (26/12/2019).

Hadir dalam acara penyambutan mahasiswa peserta KKN Tematik Seni Budaya UNDIP ini, Ketua Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Undip, Fahri Arifan, ST, M.Eng, Ketua RW IV, Ketua RT di lingkungan RW IV Kelurahan Tembalang, sejumlah perangkat Kelurahan Tembalang, tokoh masyarakat, Karang Taruna serta pembimbing KKN, Triyono, SH, M.Kn, dan Dra. Ana Irhandayaningsih, MSi. Sebelumnya, kamis pagi (26/12/2019) juga digelar penyambutan tim KKN oleh Lurah Tembalang, di kantor Kelurahan di Jalan Banjarsari, Tembalang, Kota Semarang.

Dosen pembimbing KKN tematik Seni Budaya Undip, Triyono, SH, M,Kn menyampaikan sambutan didampingi sejumlah tokoh masyarakat Jurang Belimbing, Tembalang, Kota Semarang (Foto:Syams)

Lebih lanjut Triyono mengungkapkan warga Kampung Jurang Belimbing terbilang unik dan hingga saat ini masih mempertahankan budaya tradisional, termasuk keseniannya. Terdapat beberapa komunitas seni budaya, yaitu paguyuban seniman ketoprak “Sri Muljo”, paguyuban seniman kuda lumping “Turonggo Tunggak Semi” dan paguyuban seniman kaligrafi “Nalnilmuna”,

“Masyarakat Jurang Belimbing patut diberi apresiasi, karena meski tinggal di lingkungan perkotaan, mereka konsisten ikut “nguri-uri” atau melestarikan seni budaya,” ungkap Triyono yang juga dosen Hukum Adat Fakultas Hukum Undip tersebut.

Triyono menambahkan sebagai bentuk apresiasi dan perhatian terhadap kelangsungan seni dan budaya, UNDIP terpanggil untuk menggelar KKN Tematik di Kampung Jurang Belimbing. Selain memotivasi masyarakat Jurang Belimbing untuk terus melestarikan budaya, di lokasi KKN para mahasiswa akan melakukan kegiatan untuk mendorong seni budaya yang memiliki kearifan lokal tersebut menjadi berkembang dan maju.

Para mahasiswa selama mengikuti KKN Tematik tersebut merencanakan program kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas seni kaligrafi maupun seni ketoprak dan kuda lumping. Pelatihan maupun sarasehan seni budaya yang akan digelar oleh para mahasiswa selama KKN berlangsung, diharapkan bisa diikuti para remaja Jurang Belimbing. “Melalui partisipasi Undip dalam pembinaan dan pendampingan warga dalam berkesenian, diharapkan muncul anak anak muda Jurang Belimbing yang akan meneruskan orang tua mereka dalam berkesenian,” tegas Triyono.

Sementara itu, Supriyanto, Ketua RW IV Tembalang, menyatakan terima kasih dan bersyukur bisa kembali bekerja sama dengan Undip. Supriyanto, mengungkapkan, pada era tahun 1970 an, Jurang Belimbing dikenal dengan kampung kesenian ketoprak dan kuda lumping. Namun setelah dibangun kampus Undip, pada awal tahun 1990 an, banyak warga yang juga seniman ketoprak dan kuda lumping pindah tempat, sehingga kesenian tradisional warisan leluhur tersebut tidak terurus.

“Syukur alhamdulillah, setelah sekian lama kegiatan berkesenian di Kampung Jurang Belimbing terhenti, kini dengan kehadiran KKN Tematik, gairah warga untuk berkesenian kembali menggeliat,” kata Supriyanto.

Supriyanto berharap kehadiran para mahasiswa peserta KKN tersebut bisa semakin memacu semangat warga Jurang Belimbing dalam mengembangkan seni budaya yang sebelumnya pernah menghilang.

“Berkat KKN tematik yang sudah berlangsung 3 tahun ini, masyarakat kami kembali percaya diri untuk berkesenian dan mengembangkan seni budaya tradisional warisan leluhur. Atas konsistensi kami dalam melestarikan seni budaya tersebut, Pemerintah Kota Semarang, menganugerahi Jurang Belimbing sebagai Kampung Tematik Unggulan Seni dan Budaya,” tutur Supriyanto.

Mbah Gimin, salah seorang tokoh masyarakat dan pegiat seni Jurang Belimbing menyambut baik kehadiran Tim KKN Tematik Seni Budaya Undip. Kami siap bersinergi dengan para mahasiswa Undip dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya tradisional. “Untuk menyambut dan menghibur adik adik mahasiswa yang sedang melakukan pengabdian masyarakat, kami akan menggelar atraksi seni kuda lumping, saat malam pergantian tahun baru 2020 nanti,” kata Mbah Gimin. (Syam)

%d bloggers like this: