Cakrawala News
Portal Berita Online

Umiyum Mengaku Jaya Land Menguasai Tanah Miliknya Dengan Cara Tidak Wajar

0 1,496

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Berdasarkan pengakuan Umiyum (62) warga Desa Punggul, RT 05/RW 01 Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kepada awak media yang meliput kasus sengketa tanah, menjelaskan jika tanah milik orang tuanya dikuasai pihak pengembang perumahan elit di Kawasan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Saya memiliki surat tanah milik orang tua, tau-taunya tanah milik orangtua sekarang sudah dikuasai pihak perumahan Puri Surya Jaya (Pengembang Jaya Land). Saya sekarang minta keadilan kemana lagi,”Kata Umiyum mengeluh.

Dalam hal ini surat yang di miliki Umuyim tanah milik Sarip P. Kaston yang merupakan Orang tuanya. Bukti kepemilikan tanah tersebut berupa Surat Keputusan (SK) Gubernur, nomor 1/Agr/39/XI/HM/01.G/71. Dengan luas tanah 0,529 hektar.

Dijelaskan oleh ahli waris tunggal Umiyum, semua bermula dari “skenario jahat” penguasaan lahan milik Sarip  dengan melaporkan kehilangan SK Gubernur 1/Agr/39/XI/HM/01.G/71, ke Polsek Gedangan pada tahun 1995.

Saat itu menurut Umiyum pihak Kepala Desa terlibat dalam sekenario pelaporan SK Gubernur milik orangtuanya seolah-olah hilang dan dilaporkan ke Polsek Gedangan.

Akses masuk perumahan Puri Surya Jaya

“Saat itu yang getol berkeinginan membuat surat laporan kehilangan adalah Kades Punggul, Pak Efendi,” Ujarnya.

Dengan seolah-olah melaporkan SK Gubernur tersebut hilang. Dalam hal ini mafia tanah yang bekerjasama dengan pihak Kepala Desa Panggul dapat menjual tanah milik orang tua Umiyum.

Karena sebenarnya Bu Muah tidak ada niat menjual tanah milik almarhum suaminya. Sehingga pihak Kepala Desa bekerjasama dengan mafia tanah membuat rekayasa SK Gubernur duplikat dan dalam hal ini pihak Umiyum menduga  ada keerlibatan BPN Sidoarjo dalam menerbitkan SK Gubernur duplikat.

Namun dalam kenyataanya, pada tanggal 25 Januari 2012. Anggota Binmas Polsek Gedangan yang telah menerima laporan kehilangan surat SK Gubernur atas nama Bu Muah, yang dilaporkan sendiri oleh Kades Effendi tanpa sepengetahuan Bu Muah.

Ternyata Palsu dan anggota Binmas Polsek Gedangan Syamsuddin sudah mengakuinya dan membuat surat pernyataan permohonan maaf kepada Bu Muah.

“Ternyata tidak terbukti dan sudah diakui oleh saudara Syamsuddin anggota Polsek Gedangan pada tanggal tahun 1995 yang saat itu menerima laporan kehilangan SK Gubernur atas nama Bu Muah (istri dari Sarip) tersebut tidak benar adanya. Surat pengantar kehilangan dari kades Effendi adalah keterangan palsu, dan dibuat dengan dugaan ingin menguasai tanah milik orang lain lalu dengan berbagai cara yang ditempuh. Dan buktinya SK Gubernur saat ini saya pegang,” lanjut Umiyum.

Sementara itu secara terpisah pihak Jaya Land melalui Bimo Manager Pembebasan Tanah menjelaskan.

  1. PT. Jayaland membeli tanah milik alm Sarip P. Kaston seluas +/- 0,3 Ha secara sah, berdasarkan akte Pelepasan Camat No. 79/Kec/Gde/X/1995. Pembelian dilakukan antara PT.Jayaland dengan ahli waris alm Sarip P. Kaston yakni Ibu Muah selaku istri dari Sarip P. Kaston;
  2. PT. Jayaland hanya membeli tanah seluas +/- 0,3 Ha dari total luas tanah seluas 0, 529 Ha berdasarkan SK Gub No. I/Agr/39/XI/01.G/1971. Jadi jika ahli masih memegang alas hak karena masih ada tanah yang tidak dijual, maka hal tsb memungkinkan bisa terjadi. (Win)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.