Ulama Garut Minta Penegak Hukum Beri Efek Jera Pelaku Video Syur “Vina Garut”

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Jawa Barat meminta aparat penegak hukum, untuk memberikan hukuman berat, bagi para pelaku adegan video syur ‘Vina Garut’ agar memberikan efek jera baik pada para pelaku maupun yang lainnya.

“Kejadian itu jelas sangat memalukan, selain melanggar hukum negara mengenai pornografi, juga melanggar syariat islam adanya perjinahan,” Kata KH. Sorojul Munit  Ketua MUI Garut, saat dikonfirmasi di Mapolres Garut dalam sebuah acara, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, kasus asusila video Vina Garut, telah mencoreng  Garut, di mata masyarakat luas. “Meskipun itu kejadiannya tahun lalu, tapi viralnya video ini sudah ke mana-mana, kita merasa terpukul dan malu dibuatnya,” katanya

Untuk menghindari kasus serupa, lanjut Kiayi Munir pihaknya telah  meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman berat bagi para pelaku yang sesuai dengan peraturan perundang undangan yang ada.

“jika melihat kronologi kejadian yang berlangsung dengan melibatkan pasangan suami istri, seharusnya diberikan hukuman rajam bagi para pelaku yang terlibat. Kemaluannya harus dipotong, kalau tidak di dunia, tapi balasannya di akherat,” ungkapnya.

Munir menjelaskan Rajam adalah siksaan dan hukuman mati bagi pelanggar hukum dengan cara dilempari batu. Prosesi rajam dilakukan dengan cara tubuh pelanggar hukum, ditanam berdiri di dalam tanah setinggi dada, lalu dilempari batu hingga meninggal dunia.

Munir menyatakan, hukuman itu sebagai jawaban dari tindakan pelaku yang melanggar hukum yang berlaku di masyarakat.

“Moral semacam itu terjadi mana-mana tidak hanya di Garut, makanya kami minta hukuman itu ditegakan dengan berat,” tegasnya.***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: