Cakrawala News
Portal Berita Online

Tunda Kehamilan di Masa Pandemi, Wabup dan Ketua PKK Gresik Bagikan Alat Kontrasepsi

0 1.311

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Untuk lebih memberikan motivasi kepada masayarakat tentang pentingnya ber Keluarga Berencana (KB). Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Kertua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani membagikan alat Kontrasepsi (alkon) kepada masyarakat Kampung kreasi Sidokumpul, kecamatan Kota Gresik, Senin (6/9/2021).

Bersama para kader KB yang dikoordinir oleh Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KB PP dan PA) Syaifuddin Ghozali, Wabup dan ketua TP PKK mendatangi rumah penduduk memberikan Alkon kepada para keluarga Pasangan Usia Subur (PUS).

“Ini bu ya, alat KB ini untuk anak atau mantunya. Bukan untuk ibu “ kata Bu Wabup yang akrab dipanggil Bu Min ini kepada warga di suatu rumah yang kebetulan bukan pasangan usia subur.

Kemudian 2 srikandi Gresik ini melanjutkan bagi-bagi alkon kepada rumah yang lain yang diikuti oleh para kader KB beserta staf kanto Dinas KB PP dan PA Kabupaten Gresik.

“Meski saat ini Gresik sudah masuk zona kuning sesuai zona aglomerasi Surabaya raya, tapi masyarakat harus tetap waspada dan jangan lengah serta melaksanakan protokol kesehatan ketat. Disekitar kita covid masih merajalela “ katanya.

Bu Min meminta para ibu diupayakan jangan hamil dulu, karena ibu hamil termasuk beresiko tinggi dimasa pandemic covid seperti sekarang ini.

Senada Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani juga mendukung yang disampaikan wabup Gresik. Dia menambahkan tentang kebijakan menunda kehamilan akan disampaikan kepada TP PKK yang ada dibawahnya.

“Untuk menunda kehamilan ini, para ibu harus ber KB dengan alat kontrasepsi sesuai pilihannya. Dinas KB PP dan PA siap mendukung berbagai Alat kontrasepsi melalui seluruh fasilitas kesehatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Gresik” katanya.

Tentang kegiatan bagi-bagi Alkon ini, Kepala Dinas KB PP dan PA Syaifuddin Ghozali mengatakan bahwa pihaknya menyadari di era pandemi ini bahwa angka kehamilan masih tinggi.

“Kehamilan merupakan suatu komorbit yang sangat beresiko tinggi. Dari data yang ada pada kami sejak Januari 2021 sampai saat ini ada seribu lebih kehamilan, 40 diantaranya terpapar covid. Pada puncaknya kemarin selama 2 bulan ada 30 yang terpapar” katanya.

Kami terpanggil untuk memotivasi masyarakat melalui kegiatan bagi-bagi alat kontrasepsi. Selain kondom, kami juga telah mengalokasikan beberapa alat kontrasepsi yang lain melalui 55 faskes yang ada di Gresik yaitu Suntik, implant, pil. Selanjutnya akan kami tambah alokasinya. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.