Cakrawala News
Portal Berita Online
idul harita

Tugas Berat Menanti, Selamat “Berselancar” Pak Sekda Nurdin Yana

0 1,641

Oleh: Janur M Bagus

Pilihan hati Bupati Rudy Gunawan dan Wakil Bupati Helmi Budiman akhirnya jatuh kepada Birokrat senior Nurdin Yana untuk menduduki Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Garut definitif sepeninggalan Almarhum Sekda Deni Suherlan, setelah sebelumnya berkali kali ganti Pejabat Sementara (PJ) Sekda dari kalangan senior pejabat eselon II Pemkab Garut, hingga PJ Sekda berakhir di utusan Pemprov Jabar yang hanya mengisi kekosongan kurang dari seumur jagung.

Sekda definitif Nurdin Yana murni hasil seleksi Panitia Seleksi (Pansel) yang ditugaskan Bupati Garut untuk mencari yang terbaik dari deretan nama senior pejabat eselon Pemkab Garut.

ads harlah pkb

Nurdin Yana memang satu dari tiga nama yang direkomendasikan Pansel setelah berselenacar mengikuti alur seleksi bersama tujuh rekannya hingga mengkerucut menjadi tiga nama dan pilihan hati Bupati jatuh pada Nurdin Yana.

Cukup beralasan mengapa Bupati Rudy memilih Nurdin Yana…selain menjawab kecenderungan keinginan sebagian besar internal birokrat, juga mampu menjawab keinginan sebagian besar elemen masyarakat Garut yang juga memiliki kecondongan harapan pada sosok Nurdin Yana untuk menduduki kursi Sekda Garut.

Jabatan Sekda memang jabatan birokrat murni namun tidak semurni susu sapi perah yang tawar rasa bergizi tinggi, namun jabatan Sekda adalah jabatan semi politik yang jika salah memilih orang kerap jadi bumerang, maklum posisi jabatan Sekda kalau diibaratkan  seperti Komandannya Poros Halang dan Gelandang menyerang jika dalam kesebelasan di permainan Sepakbola atau kapten yang memegang peran penting untuk mengatur ritme permainan, setidaknya dua kali 45 menit bahkan kerap kali terjari perpanjangan waktu,  dan jika tiba permainan gol golan atau adu finalti, maka Sekda harus mampu memompa semangat para algojo dan eksekutor untuk menggolkan bola. Bahkan Sekda sendiri bisa juga menjadi salah satu algojo penentu kemenagannnya.

Maka gambaran itu merupakan bagian penting yang harus dikuasai seorang Sekda jika ingin menjadi Nahkoda dilapis dapur yang mampu tempur memainkan irama bagi para Poros halang gelandang menyerang untuk sukses story dalam sebuah kepemimpinan.

Penulis mencermati potensi besar sukses story akan terwujud jika Sekda Nurdin Yana mampu menjaga ritme pola permainan dua kali 45 menit dan perpanjangan waktu jika mengambil ibarat keberhasilan sebuah tim sepakbola, meski mengelola pemerintahan tidak sesederhana mengelola tim sepakbola akan tetapi meminjam istilah permainan boleh jadi, sebab sebuah periodesasi kepemimpinan senantiasa diwali dan diakhiri meski dalam interpal waktu yang panjang dan halang rintan yang rumit.

Sekali lagi Nurdin Yana memiliki potensi besar memberi warna baru pada wajah birokrasi Garut, meski tidak bisa instan mengukur keberhasilan sebuah kepemimpinan, akan tetapi parameter kecenderungan dukungan publik biasanya akan menjadi pintu masuk yang mudah untuk menjalankan roda kepemimpinan  bersanding dengan pucuk pimpinan yang merupakan sosok handal sebagaimana dimiliki duet Rudy-Helmi yang mampu bertahan pada dua periode kepemimpinan yang akan disudahi pada 2024 mendatang.

Tugas berat Nurdin Yana salah satunya adalah harus mampu mengantarkan sisa periode kedua Rudy-Helmi dengan gemilang hingga purna tugas sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku bagi batasan, cukup dua kali 5 tahun bagi jabatan bupati dan boleh kembali berburu posisi bagi wakil bupati untuk naik takhta menjadi Bupati.

Corak atau model akhir periodesasi kepemimpinan di Garut yang akan kembali terjadi suksesi di tahun 2024 inilah, satu tantangan berat bagi seorang Sekda Garut, jika benar uji loyalitasnya adalah mengantarkan sukses Bupati dan wakil bupati yang happy ending, maka bersiaplah untuk mengabdi sepenuh hati menjalankan visi misi pimpinan dengan menjaga ritme dan menjadi ting tank bagi banyak masukan yang segera mengalir deras mengisi diare harian Sekda Garut.

Bersiaplah untuk mencatat janji politik pimpinan dan bersiaplah berargumentasi mempertahankan alibi yang kerap ditelanjangi publik dari kalangan oposisi yang kritis dan reaktif membidik dari setiap kelemahan yang ada dan kerap dilambungkan dalam berbagai narasi dan deskripsinya.

Selamat bertugas Pak Sekda Nurdin Yana, selamat berselancar dikedalaman samudra birokasi Garut serta ragam keinginan 2,5 juta lebih warga Garut. Penulis percaya pengalaman, kematangan serta komunikasi yang humanis akan memberikan jawaban keberhasilan sejatinya pekerjaan seorang eksekutif dalam bingkai Abdi Negara dalam ruang Aparatur Sipil Negara (ASN). Wilujeng Mancen Tugas, Gawe Rancage moal la’as kujaman moal leungit kuwanci tapi Sajarah bakal Nyarita keur anak incu jaga…Wallohu’alam…

***Penulis Jurnalis Penggiat Kelompok Informasi Masyarakat (Ketua FKKIM Garut)

Leave A Reply

Your email address will not be published.