Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Trikarya Desak Ketum Golkar Perintahkan FPG DPR RI Cabut Dukungan RUU HIP

1 1,130

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO-  Tiga ormas pendiri Golkar yaitu Kosgoro 1957, MKGR dan  Soksi Atau Trikarya mendesak Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto agar memerintahkan fraksi Partai Golkar ( FPG ) DPR RI mencabut dukungan terhadap Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Hal Ini dikarenakan banyaknya penolakan terhadap RUU tersebut. 

 

“Trikarya mengusulkan kepada ketua umum agar FPG DPR RI mencabut dukungan  terhadap RUU HIP dengan target mencabut RUU HIP dari Prolegnas,” ungkap Agung Laksono, Ketua MPO PPK Kosgoro 1957, Sabtu (4/7/2020) di Graha Imogiri Bantul, saat menghadiri Pembekalan dan Pelantikan Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY serta Pelantikan Pimpinan Daerah KPPG dan APMG DIY Masa Bakti 2020-2025.

 

Lebih lanjut Agung Laksono mengatakan, pimpinan Trikarya sudah mengadakan pertemuan dan pembicaraan. Hasilnya akan disampaikan kepada Ketum DPP Partai Golkar. 

 

“Hasil pertemuan bukan hanya menunda tetapi lebih jauh lagi mencabut RUU HIP. Bahkan kami.meminta hentikan pembahasan RUU HIP,” tegas Agung.

 

Agung Laksono  yang juga Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar ini menambahkan  dirinya menyambut gembira Presiden Joko Widodo menyatakan  menunda pembahasan RUU HIP agar bisa fokus menangani pandemic virus Corona atau Covid-19.

 

“Kami berharap tidak hanya menunda tetapi menghentikan . Kami minta FPG DPR RI menarik. Selanjutnya dihentikan tidak perlu  dilanjutkan. Kami juga menolak HIP berganti nama . Kalau ada keinginan lain untuk memperkuat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) nanti dibuat RUU tersendiri secara terpisah,” tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua Ormas MKGR, Roemkono, menyampaikan sikap serupa, yakni menolak keras RUU HIP. Bahkan RUU itu tidak perlu ganti baju karena justru akan mengeliminasi keagungan Pancasila itu sendiri. 

 

“Pancasila itu sudah final tidak perlu dipermasalahkan lagi,” ujar Roemkono.

 

Sedangkan Ketua DPD Partai Golkar DIY yang juga Panglima Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) mengaku batinnya bergolak terus menerus ketika Pancasila yang mau diperas-peras.

 

“Kami tidak bisa tidur jika Trikarya tidak tegas menolak HIP. RUU itu jangan diganti istilah apapun. Alhamdulillah Golkar satu-satunya partai di DIY yang dengan  tegas menolak HIP,” kata Gandung pardiman.

 

Gandung mengaku dirinya mendapat  ilham sehingga Golkar DIY berketapan hati menolak HIP. 

 

“Setuju?” teriaknya di hadapan kadernya disambut aplaus.

 

Dia sekali lagi menegaskan Pancasila bukanlah jeruk yang bisa diperas-peras jadi nutrisi.

 

 “ Saya juga menengaskan tidak benar Golkar mendukung HIP. Itu hoaks,” tegasnya.

 

Gandung menambahkan dirinya menerima pesan WA dari para kader senior apabila Golkar mendukung HIP maka akan keluar dari partai berlambang pohon beringin itu. 

 

“Para senior Inilah yang membuat kita bersuara keras. Kami tegaskan, tidak ada kata  mundur dalam rangka memperjuangkan Pancasila. Ikrar Panca Bakti roh kejuangan kita,” tandasnya.

 

Gandung tidak ingin Pancasila terpapar komunis dan khilafah sebab sepertinya ada tanda-tanda musang berbulu domba. Ini yang berbahaya bagi bangsa.

Dia juga memohon doa restu dari Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar akan membuat forum nasionalis 45 demi membela Pancasila yang ditetapkan 18 Agustus 1945 bukan 1 Juni. (Okta/ Santosa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

  1. Karsono says

    sy sebagai pendukung golkar sangat prihatin mengapa pancasila di obok2 kok dibiarkan dl golkar yg terdepan dlm menjaga pancasila mengapa sekarang kok mandul

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: